News

Gibran Dikritik Akbar Faizal, Dede Budhyarto: Jangan Sok Mengatur Seolah Lebih Paham Tugas Wapres



PORTALUTAMA.NET – Loyalis Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dede Budhyarto membalas kritik politikus senior Akbar Faizal terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dede menyebut Akbar Faizal mulai merasa di atas angin setelah mewawancarai Presiden Prabowo Subianto.

“Saudara Akbar Faizal, mentang-mentang sudah mewawancarai Presiden @prabowo sekarang merasa punya wewenang menggurui Wakil Presiden?” kata Dede melalui akun X pribadinya, Sabtu (3/10/2026).

Mantan Komisaris Independen PT Pelni itu kemudian menyinggung rekam jejak politik Akbar Faizal yang disebutnya kerap berpindah partai.

“Anda bukan pejabat negara. Anda cuma podcaster omon-omon & komentator. Rekam jejak politik Anda sendiri pun berpindah-pindah partai, dari Demokrat, Hanura, lalu NasDem dan melekat pada diri Anda politisi kutu loncat,” tutur Dede.

Lebih lanjut, Dede menyentil Akbar Faizal yang dinilainya seolah lebih mengetahui tugas Wakil Presiden.

“Kini, dari balik mikrofon, Anda menyuruh Wapres ‘sesekali jadilah berguna’ dan menuduh agendanya jahat.

Memberi pendapat boleh. Sok mengatur seolah posisi podcast membuat Anda lebih paham tugas Wapres daripada yang bersangkutan, itu yang berlebihan, Preeet…..👎🏼👎🏼,” tandasnya.

Akbar Faizal Kritik Gibran

Sebelumnya, Akbar Faizal melontarkan kritik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia meminta Gibran menyampaikan sikap mengenai risiko teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), bukan sekadar menyebut AI dalam berbagai pernyataan.

“Sdr Wapres @gibran_tweet, saya ingin Anda bersikap tentang risiko mematikan teknologi AI. Sbg juru kampanye AI—meski hanya sekadar nyebut kalimat ‘..AI’ pada banyak pernyataan Anda tanpa sekalipun menjelaskan apa dan bgmn AI itu,” tulis Akbar melalui akun X pribadinya, Jumat (2/10/2026).

Ia juga menyoroti Gibran yang dinilainya lebih sering mengunjungi anak-anak korban dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami butuh penjelasan ttg risiko itu ketimbang rutin kunjungi anak yg keracunan makanan MBG. Biarkan itu dikerjakan staf MBG,” lanjutnya.

Akbar menilai langkah Gibran tersebut berkaitan dengan upaya mendapatkan respons positif secara elektoral, bukan bentuk tanggung jawab terhadap persoalan MBG.

“Anda tampaknya ingin menuai respek elektoral dari keruwetan program pemerintahan Anda ini ketimbang ikut bertanggungjawab. Itu agenda jahat lho. Sesekali jadilah berguna,” tutupnya.

Gibran: Kampanye AI dan Kunjungan ke Korban MBG

Diketahui, Gibran tercatat beberapa kali menjenguk siswa korban dugaan keracunan MBG. Pada Senin (28/9/2026), ia mengunjungi siswa SD di Batang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan itu, Gibran berdialog dengan pasien, orang tua, dan pihak sekolah serta meminta investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan terbuka.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *