PDIP Kritik Gibran yang Minta Korban MBG Bawa Bekal: Bola Dilempar, Kamera Direkam, Simpati Diburu

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai sorotan setelah mengunjungi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).
Kunjungan tersebut kemudian dikaitkan dengan proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempersoalkan syarat pencalonan Gibran sebagai Wakil Presiden.
Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menilai Gibran tengah rajin mencari simpati melalui kunjungannya kepada para korban dugaan keracunan MBG.
“Terjepit diskualifikasi di MK: Gibran rajin cari simpati. Nyuruh korban MBG bawa bekal dari rumah, program pemerintah sendiri dicampakkan?” kata Guntur, dikutip Kamis (1/10/2026).
Guntur menyoroti kebiasaan Gibran yang datang menemui korban, menyampaikan permintaan maaf, kemudian menitipkan pesan agar anak-anak membawa bekal dari rumah.
“Datang ke rumah sakit, meminta maaf, lalu menitip pesan: anak-anak bawa bekal dari rumah saja…” ujarnya.
Menurut Guntur, pernyataan tersebut dinilainya sebagai bentuk pengakuan bahwa pemerintah sendiri tidak lagi percaya terhadap makanan yang diproduksi melalui program MBG.
“Wapres yang seharusnya memegang kendali koreksi justru menyuruh rakyat menyelamatkan diri. Kalau bekal dari rumah lebih aman, untuk apa triliunan rupiah digelontorkan ke dapur-dapur SPPG?” jelasnya.
Guntur juga menilai tidak ada langkah perbaikan yang diumumkan Gibran. Ia menyoroti tidak adanya perintah audit menyeluruh maupun desakan proses hukum terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
“Bola dilempar, kamera direkam, simpati diburu. Dari Karo ke Batang polanya sama. Datang minta maaf, berfoto, pulang. Korban-korban berikutnya tinggal menunggu giliran,” ungkapnya.
Menurut Guntur, kunjungan Gibran juga menjadi sorotan karena berlangsung hanya beberapa hari sebelum MK menggelar sidang pembuktian perkara yang mempersoalkan syarat pencalonannya terkait ijazah SMA.
Ia menilai Gibran lebih sering tampil menemui korban dan menunjukkan kepedulian di tengah sorotan publik.
“Ini bukan kepemimpinan, ini manajemen citra dari orang yang sedang terdesak. Ada anak yang keracunan tidak butuh wapres yang pandai berempati di depan kamera. Mereka butuh negara yang menjamin piring di depan mereka tidak meracuni,” katanya.
“Jika tidak sanggup memperbaiki MBG, berhentilah menjadikan penderitaan korban sebagai panggung pencitraan,” tandasnya.
Gibran Minta Korban Bawa Bekal
Sebelumnya, Gibran mengunjungi sejumlah siswa SD yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG di Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).
Source link
