News

Penunjukan Pimpinan BUMN Asal-asalan, Marzuki Alie Peringatkan Presiden Prabowo dan Danantara



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie memberikan sorotan tajam terhadap sistem penunjukan pimpinan BUMN yang saat ini berada di bawah naungan Danantara.

Marzuki Alie memiliki kekhawatiran perusahaan-perusahaan BUMN yang ada di Indonesia akan semakin bermasalah, jika sistem perekrutan pimpinannya masih berjalan seperti yang terjadi saat ini.

Secara khusus, Marzuki Alie mengingatkan Presiden Prabowo Subianto dan Danantara RI bahwa upaya perbaikan yang dilakukan terhadap BUMN, tidak akan terwujud jika masih mempertahankan sistem yang tidak jelas.

Dia bahkan mengaku prihatin dengan para pejabat BUMN yang sudah puluhan tahun berkarier dan memiliki segudang pengalaman, namun tiba-tiba ditunjuk pimpinan yang tidak memiliki pengalaman untuk memimpin mereka dalam menjalankan roda perusahaan.

“Yth pres
@prabowo

@Danantara_ri
kalau sistim recruitment pimpinan BUMN seperti saat ini, jangan harap BUMN akan semakin baik, kasihan mereka yang berkarir puluhan tahun, tiba datang mereka yang nol pengalaman masuk BUMN,” kata Marzuki Alie dikutip dari media sosialnya, Rabu (30/9/2026).

Dia menyarankan kepada Presiden Prabowo Subianto maupun Danantara agar BUMN dilepaskan dari segala bentuk intervensi politik, termasuk dalam menentukan pimpinan di perusahaan tersebut.

“Harusnya BUMN lepaskan dari unsur-unsur politik,” imbuhnya.

Marzuki Alie mengaku, dirinya sama sekali tidak meragukan kapasitas dan kemampuan bos Danantara, begitu juga komitmen Presiden Prabowo yang ingin melakukan reformasi dan perbaikan pada perusahaan-perusahaan BUMN.

Namun dengan sistem perekrutan pimpinan BUMN, mantan Ketua DPR RI itu tetap khawatir dengan kondisi yang terjadi pada perusahaan plat merah tersebut.

“Saya sangat tidak menyangsikan kapasitas bos danantara Rosan dan cita2 pres @prabowo, namun rekruitmen asal-asalan untuk manajamen BUMN saat ini, tinggal menunggu saatnya akan menjadi bom waktu bagi BUMN,” tandas Marzuki Alie.

Karena itu, Marzuki Alie berharap apa yang disuarakan itu dapat menjadi perhatian dari pihak penentu kebijakan di BUMN, termasuk presiden Prabowo.

“Saya hanya berani menyarankan dan berharap saja, mudah-mudahan bisa didengarkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, publik tanah air dibuat heboh dengan penunjukan seorang terpidana untuk jabatan Komisaris Independen di PT Pelindo Jasa Maritim. Tokoh dimaksud adalah Silfester Matutina.

Silfester sebelumnya diangkat pada 18 September 2026, menggantikan Eris Herryanto yang diberhentikan dari jabatannya. Setelah ramai menjadi sorotan atau hanya berlangsung selama lima hari menjabat, Silfester kembali diberhentikan per 23 September 2026. (muhsin/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *