Teman Dekat Purbaya: Jika Prabowo Tawarkan Gubernur BI, Purbaya 70 Persen Oke

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpotensi kembali ke bangku pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Politisi sekaligus teman dekat Purbaya, Doktor Syahganda Nainggolan. Diungkapkan dalam siniar di YouTube Forum Keadilan TV.
Mulanya, dia menegaskan bahwa Prabowo merupakan pemipimpin dengan latar belakang militer.
“Dia kalau udah target itu, dia harus laksanakan dengan segala cara,” kata Syahganda dikutip Sabtu (19/9/2026).
Karenanya, ketika Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, melawan IMF, batasi keuntungan sumber daya alam mengalir ke Singapura, maka itu akan diperjuangkan bagaimanapun caranya.
“Prabowo waktu permainan ini pas dapat Purbaya. Tapi kan sudah diselesaikan sama Purabaya. Sudah dibongkar semua,” ucapnya.
Syahganda mengatakan itu alasan Prabowo diganti. Kemudigan diganti oleh Suahasil Nazara dengan karakter yang berbeda.
“Jadi presiden bilang, oh ini sekarang kita butuh babak dua. Babak dua ini ya kan, kita butuh yang lebih tenang dikit. Prabowo kan bilang nggak mau neolib dong. Makanya mungkin dia nggak mau model Chatib Basri. Ketemu nih Suahasil,” terangnya.
“Tapi dia bukan enggak sayang sama Purbaya, tapi targetnya bagaimana,” sambung Syahganda.
Setelahnya, Syahganda mengatakan ada potensi Prabowo memanggil kembali Purbaya untuk jabatan tertentu. Sementara Purbaya berpotensi akan menerima.
“Bisa jadi dua-duanya. Karena kan Pak Prabowo tidak memberikan penilaian negatif kepada Pak Purbaya,” ucapnya.
“Jadi saya pikir bisa aja. Bisa aja dipanggil kembali,” sambungnya.
Soal posisinya apa, menurut Syahganda, Purbaya cocok dengan posisi sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Kalau Pak Purbaya, satu lagi yang dia hafal betul Bank Indonesa. Jadi gubernur bank sentral kan, memang sekarang ini. Tap kan harus kita lihat problematikan perbankan kita ini banyak ke depan ini, karena banyak bank masih tambal sulam,” paparnya.
Hal tersebut dia dasarkan mengingat Purbaya pernah memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Selama Pak Purbaya di LPS, lembaga penjaminan simpanan, dia sudah mengidentifikasi mana bank yang sudah atau lembaga keuangan lain yang sudah sepantasnya tutup,” ujarnya.
“Kalau dia dimasukkan ke bank sentral, tentu dia senang pasti, karena dia bisa lanjutkan kerja-kerja dia di LPS dulu,” sambung Syahganda.
Dia tak bisa menggaransi Purbaya menerima jabatan tersebut jika ditawarkan. Tapi menurutnya bisa saja terjadi.
“Menurut saya 70 persen okelah. Tapi kan mungkin diaharus menurut saya melihat citizen yang marah kan geram dengan peristiwa yang dianggap dipecat apa segala macam,” pungasnya.
Source link
