Belum Seminggu, Denny Indrayana Naikkan Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Jadi Rp300 Juta, PSI Beri Respon

PORTALUTAMA.NET – Denny Indrayana memperbarui informasi terkait sayembara pencarian ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut hadiah sayembara tersebut kini telah meningkat hingga 300 persen.
“Update SAYEMBARA IJAZAH SMA GIBRAN. Yang dicari ijazah SMA, yang ketemu karet gelang. Belum seminggu, sumbangan untuk hadiah sayembara menemukan ijazah Gibran sudah naik 300 persen,” tulis Denny, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Denny mengungkapkan, hadiah sayembara tersebut kini mencapai Rp300 juta. Ia juga menyebut belum ada peserta yang berhasil menemukan ijazah SMA atau sederajat milik Gibran.
“Mas Wapres sendiri malah menemukan permainan karet gelang,” tuturnya.
Denny kemudian menyatakan, jika ijazah SMA atau sederajat Gibran tidak ditemukan, menurutnya Gibran layak mundur atau dimundurkan.
Ia juga menyampaikan sejumlah catatan terkait sayembara tersebut.
“Catatan:
- Tertarik menyumbang silakan japri saya.
- Penyumbang dirahasiakan.
- Dana tidak perlu dikirimkan, kecuali ijazah ditemukan dan ada pemenang,” tandasnya.
Deddy Nur Palakka Beri Tanggapan
Sementara itu, kader PSI Deddy Nur Palakka menanggapi pernyataan Denny Indrayana tersebut. Ia menegaskan bahwa ijazah Gibran telah ditunjukkan kepada lembaga negara yang berwenang.
“Ijazah Gibran sudah ditunjukkan, cuman tidak di muka beliau ini,” balas Deddy.
Menurut Deddy, ijazah tersebut telah diperlihatkan kepada lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen persyaratan pencalonan.
“Kalau lembaga negara yang berwenang enggak berisik, artinya data-data administratif yang dibutuhkan sebagai syarat pencalonan terpenuhi,” ujarnya.
Ia kemudian mempertanyakan alasan pihak-pihak yang masih mempersoalkan persyaratan Gibran.
“Segampang itu. Cuman makhluk ini memang luar biasa ribetnya, semua alasan-alasan yang katanya berbasis konstitusional ditolak oleh MK, kenapa?” ungkapnya.
“Karena Gibran Rakabuming Raka memang sudah memenuhi syarat. Kalau enggak, yang repot adalah Prabowo Subianto dan tim suksesnya,” tambah Deddy.
Menurutnya, tidak mungkin Prabowo Subianto memilih berpasangan dengan seseorang yang bermasalah seperti tuduhan yang disampaikan pihak tersebut.
Source link
