News

Rocky Gerung Wanti-wanti Gerakan Mas Botok: Kemarahan Rakyat Jangan Dimanfaatkan untuk Kekuasaan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti gerakan yang dibangun Mas Botok bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Rocky menekankan bahwa tuntutan pemberantasan korupsi perlu dikawal dengan pikiran yang jernih. Menurutnya, kemarahan publik terhadap persoalan korupsi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kemampuan membaca kepentingan politik di balik sebuah momentum.

Ia mengingatkan agar gerakan publik tidak berubah menjadi peluang bagi pihak tertentu untuk mengambil keuntungan politik, termasuk untuk mengambil alih atau memperpanjang kekuasaan.

Rocky Wanti-wanti Adanya Perbedaan Kepentingan

Rocky mengatakan terdapat perhitungan tertentu di balik setiap gerakan politik yang perlu dicermati masyarakat.

“Hitungan-hitungan di belakang itu membuat orang ini benar apa enggak nih,” ujar Rocky, dikutip Fajar.co.id, Jumat (4/9/2026).

Ia pun membedakan antara tujuan keadilan sosial dengan kepentingan politik di DPR.

“Mensrea Anda adalah keadilan sosial. Mensrea DPR adalah pamer momentum. Beda-beda,” tukasnya.

Menurut Rocky, perbedaan kepentingan tersebut perlu dibaca secara jernih agar tuntutan publik tidak berhenti pada kemarahan semata.

Minta Ada Peradaban Argumentasi

Rocky juga menyerukan agar perdebatan mengenai RUU Perampasan Aset dibangun melalui argumentasi yang rasional.

“Jadi sekali lagi, kita ingin supaya ada peradaban argumentasi di republik ini,” sebutnya.

Ia berharap masyarakat mengikuti perkembangan persoalan tersebut secara bertahap dan tidak membiarkan isu pemberantasan korupsi menjadi sekadar permainan politik pada momentum tertentu.

“Supaya kita tuntun perlahan-lahan peristiwa ini. Agar tidak jadi mainan di ujung tahun nanti,” jelasnya.

Singgung Dasco dan Ancaman Pergantian Politik

Rocky kemudian menyinggung Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia menggambarkan kemungkinan perubahan politik yang dapat memengaruhi proses pembahasan maupun pengesahan sebuah aturan.

“Kalau Pak Dasco akhirnya mundur tanggal 15 karena ada peristiwa politik, dia gak sanggup selesaikan itu, dia mundur,” terangnya.

Rocky lantas menggambarkan situasi tersebut secara hipotetis dan mengaitkannya dengan agenda pemberantasan korupsi.

“Maka pemberantasan korupsi sudah selesai. Coba bayangin absurditas itu,” tegasnya.

Rocky juga menggunakan ilustrasi mengenai tenggat waktu untuk menunjukkan bahwa persoalan politik tidak selalu sesederhana tuntutan agar sebuah aturan segera disahkan.

“Dasco bilang, kasih saya 20 menit lagi. Gak bisa, harus jam 10 pagi itu. Anda mesti tuntut itu jam 10 pagi. Dia bilang saya gak sanggup, saya mundur,” timpalnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *