Dibanggakan Prabowo tapi Kembali Telan Korban Ratusan Orang, Ferry Koto: Bahaya Sekali MBG Ini

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibanggakan Presiden Prabowo Subianto kembali menelan korban ratusan orang di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, ratusan orang tersebut mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan yang diduga berasal dari program tersebut.
Kasus yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, itu menjadi perhatian karena jumlah korban terus bertambah.
Hingga Rabu (2/9/2026), tercatat 566 orang mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing.
Pegiat media sosial Ferry Koto turut menanggapi kejadian tersebut. Ia melontarkan kritik menohok terhadap pelaksanaan program MBG dan mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk lebih berhati-hati.
Ferry Koto Sesalkan Kasus Keracunan
Ferry menegaskan bahwa kasus keracunan yang kembali terjadi menunjukkan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan program MBG.
“Kembali MBG memakan korban, kali ini ratusan santri di sebuah Pesantren di Sidoarjo,” ujar Ferry, dikutip fajar.co.id, Rabu (2/9/2026).
Ia bahkan menyebut program tersebut sudah berada dalam kondisi yang menurutnya mengkhawatirkan.
“Wis berbahaya sekali MBG ini. Program tanpa kajian, kejar target, serta klaim-klaim kosong atas keberhasilan MBG,” cetusnya.
“Bocil kembali s5 ingatkan, karena sekolahnya sudah mulai terima MBG, untuk tidak makan MBG, bawa bekal saja dan belanja di kantin sekolah,” tandasnya.
Korban Capai 566 Orang
Sebelumnya, jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam terus bertambah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut jumlah korban mencapai 566 orang per Rabu ini.
“531 ditambah 35. Kurang lebih 566 ya,” kata Lakhsmie di Sidoarjo.
Mayoritas korban merupakan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Namun, sejumlah siswa dari 19 lembaga pendidikan di sekitar Kecamatan Tanggulangin juga dilaporkan terdampak.
Mereka mengalami sejumlah gejala setelah menyantap makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin pada Selasa (1/9/2026).
Mayoritas Mengalami Mual dan Muntah
Lakhsmie mengatakan gejala yang paling banyak dirasakan korban berupa mual, muntah, dan pusing.
“Sementara nampaknya mual, muntah, pusing itu aja yang paling banyak,” tukasnya.
Dari ratusan korban tersebut, sebanyak 88 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Meski demikian, kondisi para pasien disebut relatif stabil.
“Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus, enggak ada. Dirawat inap biasa,” katanya.
Source link
