Soroti Korban Jiwa pada Aksi 27 Agustus, Ahmad Tsauri: Dasco dan Hercules Harus Bertanggung Jawab!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Manuver Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam merespons aksi demonstrasi massa Pati dan pengesahan RUU Perampasan Aset mendapat sorotan tajam.
Konten kreator sekaligus alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahmad Tsauri, menilai langkah politisi Gerindra tersebut merupakan cerminan kepanikan politis di tengah anjloknya kepuasan publik terhadap pemerintahan.
Ahmad Tsauri menyoroti unggahan narasi persatuan oleh Dasco usai menerbitkan surat pernyataan DPR RI terkait RUU Perampasan Aset. Menurutnya, narasi tersebut berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.
“Manuver Dasco ini sudah dapat kita baca sejak awal, sebelum demonstran Pati sampai ke DPR RI. Unggahan kata-kata mutiara itu hanya bualan penuh rekayasa, kepanikan, dan manipulasi,” ujar Ahmad Tsauri dikutip fajar.co.id dari akun media sosialnya, Minggu (30/8/2026).
Dugaan Peran ‘Perdana Menteri’ dan Teror Massa
Ahmad Tsauri mengkritik keras serangkaian upaya penghadangan terhadap massa aksi, mulai dari pemblokiran rekening aktivis, teror terhadap penyedia bus, hingga aksi pelemparan batu di jalan tol. Ia menduga ada sosok kuat di balik tindakan represif kepolisian dan pergerakan di lapangan.
“Semua rentetan peristiwa sejak pemblokiran rekening aktivis Pati, siapa di belakang perintah polisi? Pasti orang kuat, dia adalah ‘Perdana Menteri’ yang menyamar sebagai Wakil Ketua DPR RI,” tegas alumni UIN Sunan Kalijaga tersebut.
Ia menambahkan, kegagalan pemblokiran rekening justru memicu simpati publik secara nasional. Hal itu memaksa DPR melakukan percepatan kesepakatan dengan koordinator demonstran guna membubarkan massa sebelum gelombang susulan masuk ke Jakarta.
Soroti Kinerja Pemerintah dan Keterlibatan Ormas
Menurut Tsauri, aksi cepat para politisi Gerindra di parlemen didasari kekhawatiran atas meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto.
Ia menilai indikator ekonomi seperti RAPBN, efektivitas program pemerintah, pengetatan pajak, serta penurunan kelas menengah menjadi pemicu utama keresahan warga.
“Kalau Gerindra tidak bergerak cepat, rakyat tanpa dikoordinasi akan bergabung dan membuat demo besar di seluruh tanah air yang tidak akan terbendung,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Ahmad Tsauri juga menyoroti dugaan keterlibatan Ormas Grib Jaya pimpinan Hercules dalam penanganan aksi massa di lapangan. Ia menilai ada skenario operasi senyap yang berujung fatal hingga menelan korban jiwa.
“Selain Hercules dan Grib Jaya, Prabowo dan Dasco harus bertanggung jawab atas meninggalnya almarhum, karena mereka semua ada di balik opsi skenario itu. Apesnya, skenario terakhir memakan korban,” tutur Tsauri.
Source link
