News

Habib Rizieq Murka ke Mahfud MD: Lu yang Bubarin FPI!



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengkritik pernyataan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengenai minimnya organisasi kemasyarakatan Islam yang menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi mungkar.

Rizieq mengaitkan pernyataan Mahfud tersebut dengan keputusan pemerintah membubarkan FPI pada 30 Desember 2020. Saat itu, Mahfud menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Dalam ceramahnya, Rizieq mempertanyakan pernyataan Mahfud yang kini menyoroti ketiadaan organisasi yang aktif melakukan nahi mungkar.

“Ada satu mantan Menko Polkam, wah sekarang teriak. Apa dia bilang? Sekarang ini di Indonesia gak ada organisasi yang amar ma’ruf nahi mungkar,” kata Rizieq, dikutip pada Minggu (30/8/2026).

Rizieq kemudian menyebut FPI sebagai organisasi yang selama ini menjalankan fungsi tersebut sebelum dibubarkan pemerintah.

“Nah kan lu yang bubarin, yang bubarin dia organisasi amar ma’ruf nahi mungkar. Yaitu FPI, Front Pembela Islam,” ujarnya.

Ia mempertanyakan sikap Mahfud yang menurutnya kini justru mengeluhkan tidak adanya organisasi yang menjalankan fungsi nahi mungkar.

“Kenapa sekarang dia datang mau jadi pahlawan kesiangan,” kata Rizieq.

Rizieq juga mengimbau jemaah agar tidak mudah mengikuti pernyataan pejabat yang, menurut dia, berubah sikap setelah tidak lagi memegang jabatan di pemerintahan.

“Ini pejabat-pejabat begini jangan diikutin, saudara. Jangan, dia karena gak dapet kursi aja dia lagi marah-marah,” tuturnya.

Ia kemudian melontarkan kritik keras dengan mengungkit kembali posisi Mahfud ketika pemerintah membubarkan FPI.

“Besok kalau jadi kursi sama dia jadi iblis juga, saudara. Karena udah terbukti kemarin dia jadi iblis kok, yang bubarin FPI sebagai organisasi amar ma’ruf nahi mungkar itu salah satunya kan Menko Polhukam,” ujar Rizieq.

Menurut Rizieq, Mahfud merupakan salah satu pejabat yang memiliki posisi penting ketika keputusan pembubaran FPI diumumkan.

“Kan dia Menko Polkamnya. Kenapa sekarang pakai teriak-teriak tidak ada ormas yang nahi mungkar,” katanya.

Sebelumnya, Mahfud MD menyoroti peran organisasi kemasyarakatan Islam dalam menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi mungkar. Ia menilai fungsi nahi mungkar saat ini semakin jarang terlihat.

“Nah, persoalannya sekarang. Ormas-ormas Islam itu tidak mau bernahi mungkar,” kata Mahfud dalam sebuah acara.

Menurut Mahfud, perjuangan umat tidak hanya berupa ajakan melakukan kebaikan, tetapi juga mencegah kemungkaran.

“Perjuangan itu kan ada dua. Amar ma’ruf, memberi nasihatnya, dan nahi mungkar. Mencegah ke mungkar,” ujarnya.

Mahfud menilai kritik terhadap pemerintah justru lebih banyak muncul melalui podcast ketimbang organisasi kemasyarakatan.

“Nahi mungkarnya tidak ada, semuanya memuji-muji. Lalu dapat tambang gitu,” katanya.

Ia kemudian mempertanyakan keberanian organisasi Islam, termasuk organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

“Mana ulama sekarang yang nahi mungkar? Ormas. Tidak ada,” ujar Mahfud.

Menurut dia, suara kritis justru lebih sering muncul dari podcast yang secara terbuka mengkritik pemerintah.

“Yang banyak nahi mungkarnya itu malah podcast,” katanya.

Mahfud juga menyoroti sikap sebagian pihak yang dinilainya tidak konsisten dalam mengkritik pemerintah. Ia mencontohkan pihak yang menyatakan kebijakan pemerintah salah, tetapi berubah sikap setelah dipanggil oleh penguasa.

“Sehari ngatakan salah, begitu dipanggil. Besok benar, Pak,” ujar Mahfud. (Pram/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *