Mahasiswa di Makassar ‘Inteli’ Polisi, Temukan Petugas Diduga Ngopi Saat Aksi Unjuk Rasa Berlangsung

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Aksi unjuk rasa Aliansi Unismuh Satu di pertigaan Jalan Sultan Alauddin-AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (28/8/2026), sempat diwarnai ketegangan.
Mahasiswa mempertanyakan keberadaan personel kepolisian yang dianggap tidak melakukan pengamanan secara maksimal selama aksi berlangsung.
Kekecewaan itu bahkan berujung pada tudingan bahwa polisi hanya ‘makan gaji buta’.
Satu Setengah Jam Orasi Tanpa Pengawalan Polisi
Sekitar satu setengah jam, mahasiswa menyampaikan orasi tanpa pengawalan personel kepolisian di sekitar lokasi.
Bahkan, ketika sebuah ambulans melintas, mahasiswa turun tangan membuka jalan agar kendaraan tersebut dapat melintas.
Sebelumnya, aktivis mahasiswa yang identik dengan kampus biru itu memilih tidak membakar ban bekas yang telah mereka bawa.
Sikap tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap imbauan petugas kepolisian.
Personel Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate sempat terlihat melakukan pengamanan sekitar pukul 16.15 Wita.
Namun, sekitar pukul 17.05 Wita, mahasiswa mulai mempertanyakan keberadaan polisi berseragam yang sebelumnya berada di lokasi.
Merasa pengamanan terhadap aksi mereka tidak berjalan sebagaimana mestinya, salah seorang mahasiswa kemudian mengecek sebuah warung kopi yang berada tidak jauh dari lokasi unjuk rasa.
Di tempat tersebut, sejumlah polisi berseragam yang sebelumnya terlihat melakukan pengamanan diduga tengah berada di warung kopi.
Bakar Ban di Belakang Mobil Dinas Kapolsek
Mahasiswa kemudian mengambil langkah untuk menarik perhatian personel kepolisian.
Ban bekas yang sebelumnya mereka bawa dibakar di belakang mobil dinas Kapolsek Tamalate, Kompol Muhammad Idris.
Tak lama setelah ban dibakar, polisi langsung bereaksi. Siraman air terdengar diarahkan ke ban yang tengah terbakar.
Personel kepolisian juga berupaya memindahkan ban tersebut dari badan jalan.
Namun, mahasiswa berusaha mempertahankan ban yang telah dibakar. Dari dua ban yang dinyalakan, satu di antaranya tetap berada di lokasi aksi.
Salah seorang mahasiswa yang mengaku ‘menginteli’ Kompol Muhammad Idris dan sejumlah personel lainnya kemudian melayangkan protes.
“Dari tadi kita aksi, pihak Kepolisian di sana minum kopi, ada videonya di sini,” tegas mahasiswa tersebut.
Mendengar tudingan itu, Kompol Muhammad Idris membantah bahwa pihaknya meninggalkan tugas pengamanan.
“Kita juga dari tadi si sini (Melakukan pengamanan),” Idris mengelak bahwa mereka tidak melakukan pengamanan.
Presiden Mahasiswa Unismuh Sesalkan Pengamanan Polisi
Kekecewaan terhadap pengamanan kepolisian juga disampaikan Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar, Andi Rama Ramadhan (24).
Ia menilai polisi baru memberikan perhatian ketika mahasiswa mulai membakar ban.
Source link
