News

Jokowi Bicara Masa Depan PSI hingga Posisi Ketua Dewan Pembina



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan dirinya memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai wadah untuk melanjutkan kontribusinya dalam kehidupan sosial dan politik.

Jokowi mengatakan keterlibatannya di PSI bukan semata-mata untuk mengejar jabatan politik. Ia mengaku ingin bekerja dan memberikan kontribusi agar PSI dapat berkembang menjadi partai yang memiliki masa depan serta mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Sekali lagi saya ingin berkontribusi sedikit di dalam kehidupan sosial politik dan dalam hal ini saya ingin berusaha keras mendorong agar PSI ini menjadi partai masa depan,” ujar Jokowi dalam potongan wawancara di YouTube yang diunggah kembali oleh akun X PDIP, dikutip Jumat (28/8/2026).

Jokowi mengatakan, kelompok yang ingin dirangkul PSI mencakup anak muda hingga masyarakat di tingkat akar rumput.

“Partainya anak-anak muda, partainya orang kampung, partainya keluarga-keluarga Indonesia, partainya rakyat Indonesia,” sambungnya.

Jokowi Bicara Pemilu 2029

Dalam pernyataannya, Jokowi juga beberapa kali menyinggung Pemilu 2029.

Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara terbuka target politik PSI maupun sejauh mana dukungan masyarakat terhadap partai tersebut.

Ketika ditanya apakah masyarakat akan memberikan dukungan besar dan berbondong-bondong memilih PSI pada Pemilu 2029, Jokowi meminta publik menunggu hasilnya.

“Kita lihat di 2029. Saya nggak akan berbicara sekarang. Nanti kita lihat di 2029,” ujarnya.

Jokowi kembali menegaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap PSI baru dapat dilihat pada momentum Pemilu 2029.

“Apakah rakyat memberikan dukungan pada PSI? Apakah rakyat akan berbondong-bondong ke PSI atau tidak? Kita lihat di 2029,” jelasnya.

Soal Jabatan Ketua Partai

Optimisme Jokowi terhadap masa depan PSI kemudian dikaitkan dengan kemungkinan dirinya mengambil posisi penting dalam struktur partai.

Saat ditanya mengapa tidak langsung menjadi pemimpin partai, Jokowi mengatakan bahwa penentuan posisi tersebut memiliki mekanisme tersendiri di internal PSI.

“Kerja itu perlu optimis. Mengenai saya ketua partai atau ketua Dewan Pembina Partai itu di PSI ada mekanismenya. Jadi ya ikuti aja mekanisme yang ada,” tutur Jokowi.

Meski tidak memberikan kepastian mengenai posisi yang akan diembannya di PSI, Jokowi menegaskan komitmennya untuk terus membantu membesarkan partai tersebut.

“Tetapi sekali lagi saya ingin bekerja keras untuk PSI,” tegasnya.

Keterlibatan Jokowi di PSI saat ini menjadi perhatian politik nasional. Terlebih, isu mengenai kemungkinan dirinya mengambil posisi penting di PSI kembali mencuat setelah Kaesang Pangarep pada 2025 menyebut sosok berinisial “J” akan menjadi Ketua Dewan Pembina.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *