Hadiah Sayembara Ijazah SMA Gibran Tembus Rp5,25 Miliar, Masih Bisa Bertambah

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Sayembara untuk menemukan ijazah SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang digagas Denny Indrayana terus bergulir.
Nilai hadiah yang ditawarkan dalam sayembara tersebut kini telah mencapai lebih dari Rp5,25 miliar.
Berdasarkan pembaruan informasi yang diunggah Denny, hingga Jumat (28/8/2026) pukul 08.00 WIB, total hadiah yang tercatat mencapai Rp5.257.015.836.
Sayembara tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 9 Agustus hingga 9 September 2026.
Berawal dari Polemik Ijazah Gibran
Sayembara yang digagas Denny berkaitan dengan polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran.
Persoalan ijazah Gibran sebelumnya menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai pernyataan serta perdebatan di ruang publik.
Dalam konteks tersebut, sayembara menawarkan hadiah bagi pihak yang dapat memberikan bukti terkait ijazah SMA atau sederajat Gibran.
Sumbangan Tak Perlu Dikirim Terlebih Dahulu
Dalam informasi yang beredar, terdapat sejumlah ketentuan bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap sayembara tersebut.
Salah satunya, calon penyumbang diminta mengirimkan bukti diri melalui WhatsApp. Nomor yang dicantumkan dalam pengumuman tersebut adalah 0858 1498 1837.
Penyelenggara juga menyatakan identitas penyumbang akan dirahasiakan dan tidak diungkap kepada publik.
Selain itu, terdapat penegasan bahwa dana sumbangan tidak perlu dikirimkan terlebih dahulu. Ketentuan tersebut disebut sebagai bagian dari mekanisme sayembara.
Dengan ketentuan tersebut, masyarakat yang tertarik mengikuti atau mendukung sayembara diarahkan untuk terlebih dahulu mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan penyelenggara.
Hadiah Masih Bisa Bertambah
Nilai hadiah yang telah mencapai Rp5,25 miliar tersebut belum menjadi angka final. Pasalnya, periode sayembara masih berlangsung hingga 9 September 2026.
Jika terdapat tambahan dukungan selama periode tersebut, jumlah hadiah yang diumumkan berpotensi kembali meningkat.
Namun, besarnya nominal hadiah tidak dengan sendirinya membuktikan benar atau tidaknya persoalan dokumen pendidikan yang menjadi objek sayembara.
Pembuktian mengenai dokumen tersebut tetap memerlukan bukti autentik serta proses verifikasi.
Muncul Tuntutan Gibran Mundur
Selain menawarkan hadiah, materi sayembara juga memuat pernyataan mengenai konsekuensi politik apabila Gibran disebut tidak memiliki ijazah SMA atau sederajat.
Dalam pengumuman tersebut tercantum pernyataan bahwa jika tidak ada ijazah SMA atau sederajat, Gibran dinilai layak mundur atau dimundurkan.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari narasi dan tuntutan yang dicantumkan dalam materi sayembara.
(Elva/Fajar)
Source link
