News

Gelar Piala Presiden 2026 Jadi Rebutan Persib dan Persebaya, Siapa Terbaik?



FAJaR.CO.ID, JAKARTA –  Gelar juara Piala Presiden 2026 akan menjadi rebutan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Itu setelah keduanya lolos ke partai final usai membungkam lawan masing-masing di babak semifinal.

Persib Bandung melaju ke final Piala Presiden 2026 usai mengalahkan rival abadinya, Persija Jakarta dengan skor tipis 2-1, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Sementara Persebaya Surabaya melaju ke final usai mengalahkan Arema FC dengan skor 1-0, di stadion yang sama.

Adapun Persija Jakarta dan Arema FC hanya akan memperebutkan posisi ketiga di ajang ini. Baik Macan Kemayoran maupun Arema tentu sama-sama ingin memenangkan pertandingan demi mengamankan posisi tersebut.

Kesuksesan Persib Bandung melaju ke final Piala Presiden 2026 tentu disambut baik skuadnya. Mereka berharap bisa melanjutkan pencapaian positif tersebut.

Gelandang PERSIB, Luciano Guaycochea, mengaku bahagia setelah Pangeran Biru memastikan tiket ke final Piala Presiden 2026. Kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta, terjadi berkat kerja keras seluruh pemain di tengah jadwal pertandingan yang padat.

Lucho menilai keberhasilan melangkah ke partai puncak merupakan pencapaian yang layak disyukuri. Kini, fokus tim adalah memulihkan kondisi fisik agar bisa kembali tampil maksimal pada laga final.

“Kita harus melihat bagaimana kondisi semua orang. Saya harap, semuanya sehat. Kami akan berusaha memberikan penampilan yang terbaik di final dan tentu saja, kami pun senang bisa berada di final,” ujar Lucho.

Pada laga semifinal tersebut, Persib tampil efektif sejak babak pertama. Uilliam Barros membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui penyelesaian first time setelah menerima umpan matang dari Guaycochea. Enam menit berselang, Balsa Sekulic menggandakan keunggulan lewat penalti eksekusi. Persija hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Kwon Changhoon pada menit ke-86.

Selain mencatatkan satu assist, Lucho juga menjadi motor permainan lini tengah PERSIB. Pemain asal Argentina itu menilai kecepatannya mampu mengendalikan pertandingan pada babak pertama, meski harus beradaptasi dengan kondisi lapangan dan cuaca yang cukup menyulitkan.

“Di babak pertama, saya pikir kami memainkan permainan yang sangat bagus. Sedikit sulit karena lapangan agak kering dan cuaca yang panas terutama kami pergi (ke Bali) sehari sebelumnya,” ungkap pemain bernomor punggung 8 tersebut.

Meski begitu, Lucho mengakui energi para pemain mulai terkuras pada babak kedua setelah menjalani rangkaian pertandingan dalam waktu yang berdekatan. Menurutnya, kondisi kebugaran akan menjadi perhatian utama tim sebelum menghadapi partai final.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *