Denny Indrayana Balik Sentil Ketua Militan Gibran 08: Motif Anda Apa?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. Denny Indrayana, merespons pernyataan Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, terkait kritik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Denny justru mempertanyakan balik motif Andi Azwan yang dinilainya terus memberikan pembelaan terhadap keluarga Jokowi.
Melalui unggahan di akun X pribadinya, Denny meminta Andi Azwan tidak buru-buru mempertanyakan motif pihak yang kritis terhadap Jokowi dan Gibran.
“Andi Azwan, jangan bicara motif di depan saya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, ‘Motif Anda apa?’” tulis Denny Indrayana, dikutip Selasa (25/8/2026).
Denny kemudian mempertanyakan sikap Andi Azwan yang disebutnya selalu memberikan dukungan kepada Jokowi dan Gibran.
“Selalu memuja dan menghamba kepada Jokowi dan Gibran?” sambungnya.
Denny Sebut Kritik sebagai Panggilan Hati Nurani
Denny menegaskan sikap kritis yang disampaikannya bersama sejumlah pihak terhadap keluarga Jokowi bukan didorong kepentingan materi maupun motif tertentu.
Menurut dia, kritik tersebut merupakan bentuk sikap yang lahir dari panggilan hati nurani.
“Kami yang bersuara kritis ini, hanya bermotif panggilan hati nurani,” tuturnya.
Denny juga mengklaim dirinya tidak menerima bayaran dalam menyuarakan kritik tersebut. Sebaliknya, ia menyebut sikap yang diambilnya justru membawa sejumlah risiko.
Salah satunya, kata Denny, berkaitan dengan kantor hukum yang dikelolanya.
“Tidak ada satu sen pun bayaran, justru berisiko kantor hukum saya tidak mendapatkan klien,” paparnya.
Selain kehilangan potensi klien, Denny mengaku menghadapi risiko kriminalisasi dan persoalan hukum akibat sikap kritis yang disampaikannya.
“Berisiko dikriminalisasi, dilaporkan polisi, dikasuskan secara hukum,” sambungnya.
Meski demikian, Denny menyatakan siap menghadapi risiko yang mungkin timbul dari sikapnya tersebut.
“Bismillah siap kami hadapi.”
Denny Singgung Istilah Relawan
Di bagian akhir pernyataannya, Denny juga menyoroti penggunaan istilah relawan dalam aktivitas politik. Ia meminta istilah tersebut tidak digunakan untuk pihak yang menurutnya memberikan dukungan karena mendapatkan bayaran.
“Jangan rusak kata RELAWAN, karena sudah jadi BAYARAN,” pungkasnya.
Pernyataan Denny tersebut menambah panjang perdebatan di ruang publik mengenai sikap kelompok pendukung Jokowi dan Gibran serta pihak-pihak yang belakangan aktif mengkritik keduanya.
Namun, pernyataan mengenai motif maupun tudingan bayaran yang disampaikan Denny merupakan pandangannya dalam merespons polemik tersebut.
(zak/fajar)
Source link
