News

Ferdinand Hutahaean Soroti Aksi BEM UI: Caper, Ingin Merasa Hebat dan Ditakuti Pemerintah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, buka suara mengenai aksi unjuk rasa yang digelar BEM Universitas Indonesia (UI) dua hari lalu.

Ia menyoroti perilaku dua mahasiswa dalam aksi tersebut, terutama Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, yang dinilainya terlalu agresif dan hanya mencari perhatian.

Ferdinand mengaku kaget melihat sikap Fatimah yang dianggapnya berani dan agresif saat mengikuti aksi unjuk rasa.

“Masih menarik bagi saya membahas tentang unjuk rasa BEM Universitas Indonesia yang terjadi dua hari lalu. Khususnya perilaku dua mahasiswanya,” ujar Ferdinand, dikutip Fajar.co.id, Sabtu (22/8/2026).

Ia kemudian menyinggung sosok Fatimah yang tampil menonjol dalam aksi tersebut.

“Yang satu perempuan, yang ini nih, Fatimah Azzahra ini saya kaget ya. Dia seberingas itu,” ucapnya.

Ferdinand juga menyinggung anggapan mengenai pola asuh yang diterima Fatimah, yang menurutnya bertolak belakang dengan sikapnya saat berada di jalan.

“Padahal komen-komen dulu banyak mengatakan parenting bagus. Waduh, kalau anak perempuan saya begini ngeri saya. Dan kalau saya punya anak laki-laki ngeri, takut anak saya nanti dipiting sama dia kayak begitu,” tukasnya.

Mahasiswa Laki-laki Juga Disorot

Selain Fatimah, Ferdinand turut menyoroti seorang mahasiswa laki-laki yang disebutnya nekat menghalangi lalu lintas dalam aksi tersebut.

Ia mengaku tidak memahami tujuan tindakan tersebut dan menilai hal itu dapat menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan.

“Dan satu lagi nih si kacamata ini. Saya nggak ngerti ini anak siapa, dia nekat menghalangi lalu lintas,” bebernya.

Ferdinand membayangkan ketakutan yang mungkin dirasakan pengemudi yang terjebak dalam aksi tersebut, termasuk kekhawatiran orang tua mereka.

“Entah untuk apa, lo bayangin ketakutan yang timbul dari pengemudi di dalam itu. Bayangkan, keresahan orang tua dari pengemudi. Tiga orang yang di dalam ini, saya tidak mengerti target apa yang diusung oleh mahasiswa ini,” jelasnya.

Menurut Ferdinand, aksi tersebut tidak menunjukkan substansi yang jelas dan lebih banyak berisi teriakan tanpa dasar yang menurutnya kuat.

“Saya tidak menemukan substansi yang penting dalam poin-poin yang mereka usung. Kecuali hanya teriak-teriak omong kosong dengan kata-kata yang katanya, katanya, dan bukan nyatanya,” tegasnya.

Ferdinand Sebut Mereka Hanya Caper

Ferdinand menilai aksi mahasiswa tersebut cenderung hanya bertujuan mendapatkan perhatian publik.

“Saya kaya gitu ya, mengapa sekarang pergerakan mereka ini cenderung hanya caper, gitu loh,” timpalnya.

Ia menduga aksi tersebut dilakukan untuk mendapatkan perhatian dan berharap massa lain ikut bergabung.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *