Presiden Lee Tuai Kritik Usai Ucap Duka untuk NTT, Warganet Korsel: Warga Indonesia, Pemerintah Kita Sama

PORTALUTAMA.NET, SEOUL — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan belasungkawa kepada korban gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.
Pesan itu disampaikan melalui akun X pada Senin (17/8/2026). Saat bersamaan, Korea Selatan juga tengah menghadapi bencana banjir dan longsor akibat hujan ekstrem di wilayah selatan, termasuk Kota Geoje.
“Atas nama Pemerintah Republik Korea, saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta serta tempat tinggal akibat bencana yang datang secara tiba-tiba ini,” ujar Lee, dikutip dari KoreanDaily.
Ia juga mendoakan agar proses pencarian dan penyelamatan korban berjalan lancar serta masyarakat terdampak segera pulih.
Picu Kritik Warganet Korsel
Namun unggahan tersebut justru memicu reaksi warganet Korea Selatan. Sejumlah netizen menilai Presiden Lee seharusnya lebih memprioritaskan penanganan bencana di dalam negeri.
Salah satu komentar yang beredar berbunyi, “fokus ke negara kita aja, seluruh dunia, nasib negara ini mau ke mana.”
Komentar lain bahkan menyindir, “warga Indonesia, pemerintah kita juga sama aja, gak ada jawaban buat bencana dalam negeri.”
Sorotan itu muncul karena kondisi Geoje cukup parah. Berdasarkan laporan Yonhap yang dikutip Reuters dan data Korea Meteorological Administration, Geoje diguyur hujan ekstrem hingga 851,1 milimeter sejak 15-17 Agustus 2026.
Longsor di kawasan apartemen Okpo-dong, Geoje, menyebabkan satu orang meninggal dunia setelah tertimbun material. Sejumlah warga juga dievakuasi karena ancaman longsor susulan.
Lee Minta Pemerintah Fokus Penanganan Domestik
Di tengah kritik, Lee sebenarnya juga memberikan perhatian pada bencana di negaranya. Pada hari yang sama, ia meminta pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah dan “memusatkan seluruh kemampuan untuk meminimalkan kerusakan.”
Ia juga mengingatkan potensi bencana lanjutan akibat tanah melemah dan kenaikan permukaan air sungai.
Pesan solidaritas internasional Lee kepada Indonesia pun memunculkan perdebatan di Korea Selatan mengenai prioritas pemerintah dalam menghadapi bencana domestik. (elva/fajar)
Source link
