Dede Budhyarto Serang Balik Tuduhan ‘Curi Start’ Gibran ke NTT: Otaknya Cuma Diisi Prasangka, Nggak Ada Isi Soal Kemanusiaan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Duduk diam salah, bergerak pun salah. Begitulah kira-kira yang dirasakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ketika bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau lokasi gempa.
Kehadiran Gibran di lokasi bencana justru dituding sebagai upaya kampanye terselubung dan curi start dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan simpati masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, pasang badan untuk putra sulung Presiden ke-7, Jokowi, tersebut.
Dede menegaskan bahwa kunjungan Gibran dilakukan atas arahan dan izin Presiden Prabowo Subianto.
“Tuduhan lo ngarang murni. Nggak ada faktanya, cuma imajinasi dan dendam yang lo campur aduk. Wapres berangkat ke NTT tentu atas izin serta arahan dari Presiden,” ujar Dede, dikutip fajar.co.id, Jumat (21/8/2026).
“Mosok sekonyong-konyong asal enaknya sendiri? Emang lo pikir negara ini dijalankan kayak warung kopi?,” tambahnya.
Serang Balik Tuduhan ‘Curi Start’
Dede merespons pernyataan Dayat Piliang yang sebelumnya menuding Gibran melakukan “curi start” dengan mendahului Presiden Prabowo ke NTT.
Dikatakan Dede, tuduhan tersebut tidak berdasar dan hanya imajinasi belaka.
“Daripada sibuk bikin-bikin cerita mahasiswa dibayar puluhan juta, mencuri start, membenturkan mahasiswa. Mending lo ikut bantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang lagi kena gempa,” cetusnya.
Dede menyentil kondisi darurat di NTT dengan korban meninggal mencapai 71 orang dan puluhan ribu warga mengungsi.
Ia menyayangkan adanya pihak yang lebih sibuk menyebarkan fitnah daripada membantu korban bencana.
“71 orang meninggal, puluhan ribu mengungsi, malah lo lebih asik ngecap pejabat tai kuda dan nyebar fitnah. Otaknya cuma diisi prasangka, nggak ada isi soal kemanusiaan,” tegasnya.
Dede kemudian memberikan sindiran pedas agar Dayat Piliang lebih bijak dalam bersikap. Ia menekankan bahwa lebih baik diam daripada terus menyebarkan fitnah yang tidak berdasar.
“Kalau udah selevel begini, mending diem. Daripada ngomong, lebih baik tutup mulut biar nggak keliatan seberapa parah cara berpikirnya,” kuncinya.
Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming Raka bertolak ke NTT pada Kamis (20/8/2026) untuk meninjau langsung kondisi korban gempa yang melanda wilayah tersebut.
Wapres menyambangi beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, di antaranya Kabupaten Sikka (Maumere).
Gibran tiba melalui Bandara Frans Seda Maumere pada Kamis siang, Gibran langsung mengecek posko pengungsian di Stadion Gelora Samador dan SD Inpres Wairklau.
Ia juga meninjau kerusakan di Pelabuhan Laurentius Say dan RSUD TC Hillers.
Source link
