News

Serapan APBD Pemkot Makassar Masih 40,96 Persen, Appi Ultimatum OPD



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Serapan APBD Pemerintah Kota Makassar hingga evaluasi triwulan II 2026 baru mencapai 40,96 persen. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mempercepat realisasi anggaran.

Hal itu disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi saat memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan program dan kegiatan Pemkot Makassar di Balai Kota Makassar, Kamis (20/8/2026). Rapat tersebut dihadiri jajaran OPD dan para camat.

Appi menilai capaian tersebut masih jauh dari target yang diharapkan. Ia menargetkan serapan APBD Makassar bisa mencapai sekitar 95 persen pada akhir tahun anggaran.

Appi meminta kepala OPD tidak mempertahankan pola kerja lama. Menurutnya, perubahan hasil harus diikuti dengan perubahan cara kerja.

“Jangan pernah mimpi mendapatkan hasil yang sama kalau caranya masih sama. Hasilnya berbeda, ya caranya harus berbeda,” tegas Munafri.

Dia mengingatkan capaian serapan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 85 persen. Karena itu, realisasi anggaran tahun ini harus lebih baik.

“Kalau tahun lalu cara yang kita lakukan dengan capaian cuma di angka 85 persen, kalau masih begitu terus, ya tahun ini harus meningkat,” imbuh Appi.

Menurut Appi, memasuki Agustus idealnya serapan APBD Makassar sudah berada di sekitar 70 persen dan mulai bergerak menuju 80 persen. Namun, realisasi saat ini masih berada di angka 40,96 persen.

Appi menegaskan, percepatan serapan bukan sekadar mengejar angka dalam laporan. Anggaran harus segera berputar dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Yang lebih penting lagi bagaimana anggaran ini bisa berputar secara maksimal di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Pemkot Makassar juga akan melihat hubungan antara belanja pemerintah dengan manfaat yang diterima masyarakat. Setiap anggaran yang dikeluarkan harus jelas hasil dan dampaknya.

“Harus jelas, seberapa besar pengeluaran uang yang dibelanjakan dan manfaat langsung yang didapatkan oleh masyarakat secara utuh. Ini akan kita bahas,” jelasnya.

Appi mengidentifikasi sejumlah persoalan yang menyebabkan serapan anggaran masih rendah. Salah satunya adalah perencanaan yang belum matang.

Menurutnya, masih ada kegiatan yang direncanakan terlalu optimistis, belum siap dilaksanakan, atau memiliki target yang tidak realistis. Kondisi itu membuat pelaksanaan kegiatan tertunda dan belanja menumpuk di akhir tahun.

Karena itu, Appi meminta kepala OPD memahami seluruh program yang dianggarkan. Kepala OPD tidak boleh hanya menyerahkan urusan perencanaan kepada jajaran perencana.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *