Menteri Agama Luput Doakan Korban Bencana di HUT RI, Said Didu: Lebih Politis dari Politisi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Aktivis sosial Muhammad Said Didu mengkritik Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait doa yang disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta.
Said Didu menyoroti tidak adanya doa secara khusus untuk masyarakat yang menjadi korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam doa yang disampaikan Nasaruddin Umar.
Menurut Said Didu, hal tersebut menjadi sorotan mengingat doa tersebut disampaikan dalam momentum peringatan kemerdekaan yang dihadiri sejumlah pejabat negara.
“Sepertinya Menteri Agama sekarang lebih politis dari politisi,” ujar Said Didu, dikutip Fajar.co.id, Selasa (18/8/2026).
Doa Menag yang Jadi Sorotan
Dalam doa pada upacara HUT ke-81 RI, Nasaruddin Umar antara lain menyampaikan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia serta berbagai capaian bangsa.
Ia juga menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam doa tersebut.
“Hambamu juga bersyukur karena di bawah presiden kami, Bapak Haji Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilakukan berbagai ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita keadilan dan kesejahteraan sosial melalui berbagai program strategis yang kini sudah dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” demikian bagian doa Nasaruddin.
Nasaruddin juga menyampaikan doa agar Indonesia dijauhkan dari berbagai fitnah, bencana, dan perpecahan.
“Ya Allah, Ya Sama’ad-Du’a’, engkau juga telah menjanjikan kami berdoa kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Kami mohon kepada-Mu jauhkanlah kami dari berbagai fitnah, bencana, dan perpecahan yang dapat melemahkan sendi-sendi kekuatan bangsa kami,” ucapnya.
Dalam doanya, Nasaruddin turut mendoakan para leluhur dan pahlawan yang gugur dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Ya Allah, Ya ‘Afu, Ya Gafur, perkenankanlah kami untuk selalu mengenang dan mendoakan para leluhur, para pahlawan kusuma bangsa yang gugur untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kami,” lanjutnya.
Nasaruddin kemudian memanjatkan doa agar Indonesia menjadi negara yang diberkahi dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
“…kiranya bangsa kami engkau tuntun menjadi contoh baldatun ṭayyibatun wa rabbun gafur, negeri indah penuh berkah, negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja,” demikian doa tersebut.
Kritik Said Didu terhadap doa Menag tersebut kemudian menjadi perhatian di tengah pembahasan mengenai sejumlah bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
(Muhsin/Fajar)
Source link
