News

Pengamat: Pidato Prabowo Tidak Menggambarkan Kondisi Rakyat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI kembali mendapat sentilan dari Pengamat Politik Heru Subagia.

Heru menyebut bahwa berbagai capaian pemerintah yang disampaikan Prabowo dari podium Senayan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapisan bawah.

Menurutnya, gambaran pertumbuhan ekonomi dan sederet program pemerintah yang disampaikan dalam pidato kenegaraan selama lebih dari dua jam itu justru berhadapan dengan cerita berbeda dari masyarakat kecil.

Pidato Prabowo Tidak Menggambarkan Kondisi Rakyat

Dikatakan Heru, terdapat jarak antara optimisme yang disampaikan pemerintah dengan realitas ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat.

“Tak seindah dan Glamornya Kondisi Rakyat Indonesia dengan Apa yang diucapkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Minggu (16/8/2026).

Ia menyinggung gaya penyampaian Prabowo yang menurutnya penuh keyakinan ketika memaparkan berbagai capaian pemerintah di hadapan anggota parlemen.

Dengan sorotan kamera dan perhatian seluruh peserta sidang, Prabowo menyampaikan sejumlah program strategis pemerintah, termasuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pidatonya, kata Heru, Prabowo menyampaikan pemerintah telah mendirikan 10 ribu Koperasi Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.300 koperasi disebut telah beroperasi.

Pemerintah juga menargetkan jumlah koperasi tersebut bertambah hingga mencapai 30 ribu unit pada akhir tahun.

Selain itu, Prabowo kembali menegaskan komitmennya melanjutkan program MBG. Program tersebut disebut sebagai salah satu upaya pemerintah mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting.

Heru mengakui berbagai capaian tersebut terdengar membanggakan. Namun, ia mempertanyakan apakah capaian itu sudah benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pedagang Bendera Jadi Cermin Ekonomi Rakyat

Heru kemudian membawa persoalan tersebut pada fenomena yang terjadi menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kata dia, kondisi pedagang bendera dapat menjadi salah satu gambaran sederhana mengenai daya beli masyarakat.

Ia menyoroti pengakuan seorang pedagang bendera yang mengaku mengalami penurunan omzet secara signifikan menjelang 17 Agustus.

Biasanya, pedagang tersebut mampu memperoleh omzet sekitar Rp500 ribu lebih dalam sehari. Namun tahun ini, pendapatannya disebut hanya sekitar Rp150 ribu per hari.

Dengan harga bendera berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per lembar, omzet tersebut menunjukkan jumlah penjualan yang relatif sedikit.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *