News

Memahami Misteri Nanobodi – FAJAR



Oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D.

Alumnus PhD dari IPCTRM Taipei Medical University Taiwan, WWPO Peace Ambassador untuk Indonesia, dokter riset, dosen, peneliti, penulis, kolumnis, reviewer jurnal ilmiah internasional, trainer berlisensi BNSP, komunikator sains, dan pelopor NiBTM.

PORTALUTAMA.NET – Tubuh manusia tidak pernah benar-benar diam. Darah, paru, usus, otak, dan sumsum tulang terus mengirim pesan biologis. Sebagian pesan menjaga tubuh tetap sehat. Sebagian lain menandai bahaya. Kanker dapat menyembunyikan diri melalui protein permukaan. Virus dapat masuk melalui reseptor. Peradangan dapat berkobar melalui sitokin. Kedokteran modern berusaha membaca tanda kecil itu sebelum penyakit berbicara terlalu keras.

Nanobodi membuat upaya membaca tubuh menjadi lebih tajam. Nanobodi adalah bagian sangat kecil dari antibodi yang tetap mampu mengenali target penyakit secara spesifik. Sumber utamanya ialah antibodi rantai berat pada keluarga unta, seperti llama, alpaka, dan unta. Struktur serupa juga dikenal pada ikan bertulang rawan. Ukurannya sekitar 15 kDa. Satuan kDa atau kilodalton menunjukkan massa molekul. Antibodi konvensional berukuran sekitar 150 kDa. Perbedaan ukuran ini membuat nanobodi dapat masuk ke celah molekuler yang sulit dijangkau antibodi biasa. Ia bekerja seperti kunci kecil untuk pintu rahasia di permukaan antigen.

Nanobodi juga stabil, mudah direkayasa, dan dapat diproduksi melalui sistem mikroba. Molekul ini dapat diarahkan menuju protein tertentu. Peneliti dapat memasangkannya dengan zat bercahaya, enzim, obat, atau radioisotop. Radioisotop adalah bahan radioaktif yang dipakai dalam pencitraan atau terapi medis dengan dosis terkontrol. Karena sifat itu, nanobodi penting untuk riset dasar, diagnostik (alat untuk mendeteksi penyakit), dan theranostics atau teranostik (strategi yang menggabungkan diagnosis dan terapi).

Membaca Bisikan Penyakit

Kedokteran lama banyak bertumpu pada gejala. Kedokteran masa depan makin bertumpu pada biomarker. Biomarker adalah tanda biologis yang dapat diukur. Bentuknya dapat berupa protein, gen, metabolit, atau sinyal imun. Nanobodi memberi alat baru untuk menangkap biomarker dengan lebih tajam. Ia tidak hanya mencari penyakit. Ia membantu membaca cara penyakit bekerja.

Nanobodi berukuran kecil, stabilitas baik, kelarutan tinggi, potensi imunogenisitas rendah, kemampuan mengenali epitop tersembunyi, penetrasi jaringan yang baik, dan peluang produksi industri. Epitop berarti bagian kecil dari antigen yang dikenali antibodi. Review tersebut juga menempatkan nanobodi sebagai kandidat penting untuk biologi struktur, pencitraan molekuler, diagnosis penyakit, terapi, deteksi produk pertanian, dan deteksi bahan kimia lingkungan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *