Tidak Mau Ambil Pusing, Andi Azwan: Sayembara 250 Juta Denny Indrayana Hanya Lucu-lucuan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sayembara yang digelar Pakar Hukum Tata Negara, Prof Denny Indrayana, terkait ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menuai respons.
Teranyar, Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara, Andi Azwan, memilih tidak terlalu ambil pusing dengan langkah Denny yang menaikkan hadiah sayembara hingga Rp250 juta.
Menurut Andi, polemik tersebut tidak perlu ditanggapi secara serius.
Ia menegaskan bahwa sayembara itu justru menjadi bagian dari upaya mencari perhatian di tengah ramainya perdebatan mengenai dokumen pendidikan Gibran.
Andi Azwan Kembali Tegaskan Hanya Pansos
Andi mengatakan dirinya melihat tidak ada alasan untuk memberikan perhatian berlebihan terhadap sayembara yang dilakukan Denny.
“Sebetulnya kita tidak perlu serius menanggapi apa yang dilakukan Denny Indrayana,” ujar Andi kepada fajar.co.id, Jumat (14/8/2026).
Ia kemudian menekankan bahwa langkah tersebut sebagai bentuk pencitraan atau mencari perhatian.
“Karena ini hanya sebuah pansos yang dilakukan,” lanjutnya.
Namun, Andi tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang menurutnya ikut memperbesar isu tersebut.
Ia menyebut fenomena itu sebagai bentuk glorifikasi yang berasal dari lingkungan yang sama, meski dimainkan dengan peran berbeda.
“Tapi glorifikasi yang terus dilakukan juga dair kolam yang sama, cuma berbeda peran,” imbuhnya.
Kaitkan dengan Polemik Ijazah Jokowi
Andi kemudian mengaitkan polemik ijazah Gibran dengan persoalan ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi yang saat ini masih berproses di pengadilan.
Kata dia, Roy Suryo selama sekitar dua tahun terakhir telah menjadi salah satu pihak yang terus mengangkat isu ijazah Jokowi.
“Roy Suryo mendowngrade pak Jokowi dengan ijazah palsu dua tahun ini,” cetusnya.
Andi kemudian menyebut adanya pergantian pihak yang mengulik persoalan dokumen pendidikan keluarga Jokowi.
“Yang dilakukan Roy Suryo ini, berbagi peran yang tadinya ada Subhan Palal, sekarang diganti oleh Denny Indrayana untuk mengulik ijazah mas Gibran,” jelasnya.
Curiga Ada Sasaran Politik
Lebih jauh, Andi curiga polemik mengenai ijazah tersebut tidak berdiri sendiri. Ia menduga isu itu berkaitan dengan kepentingan politik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.
Andi mengaku telah beberapa kali menyampaikan pandangannya mengenai arah isu tersebut.
“Ini kita lihat, sudah saya katakan beberapa kali bahwa sasaran dalam hal ijazah pak Jokowi itu adalah untuk membuat kegaduhan dan mendowngrade program pemerintah Prabowo-Gibran,” terangnya.
Ia bahkan menyebut Gibran sebagai sasaran utama dari polemik yang terus berkembang.
Source link
