Dian Sandi PSI Balas Sayembara Rp250 Juta Denny Indrayana: Seperti Mau Ngasih Duit tapi Disuruh Cari Telur Kambing

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sayembara yang digelar Pakar Hukum Tata Negara, Prof Denny Indrayana, untuk mencari ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menuai respons.
Kali ini, Jubir PSI Dian Dandi Utama, ikut angkat bicara. Ia menuding sayembara tersebut sejak awal dibangun dengan objek yang tidak sesuai dengan dokumen pendidikan yang selama ini dipersoalkan.
Menurut Dian, kondisi itu seperti seseorang menawarkan hadiah, tetapi meminta orang lain mencari sesuatu yang memang tidak ada.
Dian Pertanyakan Soal Objek Sayembara
Dian tegas mempertanyakan syarat sayembara yang secara spesifik meminta masyarakat menunjukkan ijazah SMA Gibran.
Dikatakan Dian, dokumen yang dimaksud memang tidak akan ditemukan apabila yang dicari adalah ijazah SMA dalam pengertian seperti yang dipersyaratkan dalam sayembara tersebut.
“Barang tidak ada disayembarakan, itu seperti mau ngasih duit tapi disuruh nyari telur kambing!,” ujar Dian, dikutip fajar.co.id, Jumat (14/8/2026).
Ia kemudian menyinggung sejumlah dokumen pendidikan Gibran yang sebelumnya telah menjadi bagian dari polemik di ruang publik.
Dokumen Pendidikan Gibran Terus Dipersoalkan
Dian menyebut dokumen dari Orchid Park Secondary School maupun UTS Insearch pernah ditunjukkan, tetapi masing-masing kemudian kembali dipersoalkan.
Kata dia, ketika dokumen pendidikan dari Orchid Park ditampilkan, muncul anggapan bahwa dokumen tersebut hanya setara pendidikan SMP.
“Ditunjukkan dr Orchid Park, dibilang setara SMP. Ditunjukkan dari UTS Insearch, dibilang setara Kursus,” tukasnya.
Karena itu, Dian mempertanyakan kembali objek yang sebenarnya ingin dicari melalui sayembara tersebut.
Sentil Ciri Negara Berkembang
Dian menilai polemik yang terus berulang tersebut menunjukkan persoalan yang menurutnya tidak semestinya terjadi.
Ia bahkan menyindir kondisi tersebut sebagai karakteristik yang kerap muncul di negara berkembang.
“Emang ciri Negara berkembang!,” tegasnya.
Dian bilang, apabila yang secara spesifik dicantumkan adalah pencarian ijazah SMA, maka dokumen tersebut memang tidak tersedia sebagaimana yang dimaksud dalam sayembara.
“Sayembaranya tertulis ijazah SMA, ya memang tidak ada,” kuncinya.
Sebelumnya, Denny mengaku kecewa dengan respons yang diterimanya setelah melontarkan sayembara terkait ijazah SMA Gibran.
Ia menilai persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan dengan cara sederhana, yakni menunjukkan dokumen yang dimaksud kepada publik.
Denny Minta Ijazah Gibran Ditunjukkan
Denny mempertanyakan alasan ijazah SMA Gibran sulit ditampilkan ke publik.
Source link
