Andi Azwan Ungkit ‘Kegagalan Politik’ Denny Indrayana: Pilkada Gagal, Caleg Gagal, Kini Getol Sayembara Ijazah Gibran

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara, Andi Azwan, merespons pernyataan Pakar Hukum Tata Negara, Prof Denny Indrayana, yang terus mempersoalkan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Andi mengatakan bahwa Denny terlalu berapi-api dalam mengulik latar belakang pendidikan Gibran.
Terlebih, Denny kini menggelar sayembara dengan hadiah yang disebut telah mencapai Rp250 juta bagi pihak yang dapat menunjukkan ijazah SMA Gibran.
Menurut Andi, sikap Denny tersebut perlu dilihat bersama rekam jejak politiknya sebelum kemudian terlibat dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo maupun Gibran.
Sayembara Rp250 Juta hingga Rekam Jejak Denny
Blak-blakan, Andi menyentil kegigihan Denny dalam mempertanyakan dokumen pendidikan Gibran.
“Denny begitu berapi-api yah, getol sekali untuk mengulik ijazah SMA mas Gibran dengan melakukan sayembara yang sekarang sudah mencapai Rp250 juta,” ujar Andi kepada fajar.co.id, Jumat (14/8/2026).
Ia kemudian mengungkit perjalanan politik Denny yang sebelumnya diketahui pernah menjadi kader partai politik dan mengikuti sejumlah kontestasi politik.
Andi menyebut Denny pernah mengikuti kontestasi Pilkada di Kalimantan Selatan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Denny ini sebelumnya kita ketahui adalah kader salah satu Partai, kemudian dia mengikuti kontestasi Pilkada di Kalimantan Selatan, tapi tidak beruntung,” ucapnya.
Tidak berhenti di situ, Andi juga menyinggung langkah Denny yang pernah mengajukan perkara ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2020.
Kata dia, permohonan tersebut diajukan ketika MK dipimpin Anwar Usman. Namun, Andi menyebut permohonan Denny kala itu ditolak.
“Kemudian 2020, mengajukan di MK saat itu ketuanya pak Anwar Usman, yang terjadi ditolak permohonan Denny,” ungkapnya.
Kembali Gagal di Pileg 2024
Andi melanjutkan, Denny kembali mencoba peruntungan politik pada Pemilu 2024 dengan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat. Namun, hasilnya kembali tidak sesuai harapan.
“Kemudian mencoba lagi peruntungan 2024 sebagai Caleg dari Demokrat, juga gagal kembali,” Andi menuturkan.
Setelah itu, menurut Andi, Denny kemudian berangkat ke Australia.
“Setelah itu dia berangkat ke Australia. Ini yang menarik, terus tiba-tiba muncul di kasus ijazah pak Jokowi yang dimotori Roy Suryo,” bebernya.
Andi kemudian mengingatkan publik terkait kemunculan Denny pada polemik ijazah Jokowi.
Ia menyebut Denny mulai terlihat mendampingi Roy Suryo dalam perkara tersebut sekitar November.
Setelah beberapa kali muncul di sejumlah stasiun televisi, Andi mengatakan Denny kembali tidak terlihat dalam pemberitaan.
Source link
