Presiden Prabowo Bakal Tutup 750 BUMN, 300 Dipertahankan, Hemat Rp50 Triliun

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menargetkan akan menutup 750 badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak produktif hingga akhir tahun 2026.
Langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan dan restrukturisasi BUMN untuk menghemat biaya operasional serta meningkatkan efisiensi.
“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada 31 Desember 2026 kita target hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR/DPR di Jakarta, Jumat (15/8/2026).
Hanya BUMN Produktif yang Dipertahankan
Prabowo menjelaskan, dari total 1.074 BUMN dan anak perusahaannya, hanya yang produktif dan menciptakan nilai tambah bagi rakyat yang akan dipertahankan.
“Dari total 1074 BUMN dan anaknya hanya yang produktif dan menciptakan nilai tambah pada rakyat akan dipertahankan,” katanya.
Menurut Presiden, perampingan ini sudah memberikan dampak signifikan. Biaya overhead BUMN berhasil ditekan hingga Rp50 triliun.
“Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun,” ucapnya.
Hemat Rp50 Triliun untuk Puskesmas, Sekolah, dan Rumah Rakyat
Prabowo menyebut penghematan Rp50 triliun itu berasal dari berbagai komponen biaya operasional BUMN, mulai dari gaji direksi dan komisaris hingga sewa gedung, kendaraan, dan perjalanan dinas.
Dana tersebut rencananya akan dialihkan untuk program yang lebih bermanfaat langsung ke masyarakat.
“Kita bisa bayangkan Rp50 triliun berapa puskesmas yang diperbaiki, berapa sekolah bisa direnovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa berikan,” ujarnya.
Presiden menegaskan, pembenahan BUMN ini bertujuan agar negara tidak lagi membebani APBN untuk membiayai perusahaan yang tidak produktif. (sam/fajar)
Source link
