Connie Bakrie: Peta Politik 2029 Cuma Ada 2 Kubu, PDIP dan Non-PDIP

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat militer dan hubungan internasional Connie Rahakundini Bakrie menyoroti konstelasi politik nasional dan dinamika sosial Indonesia terkini. Ia menyebut panggung politik ke depan, termasuk menuju 2029, secara de facto hanya terbagi menjadi dua kekuatan besar.
Pernyataan itu disampaikan Connie dalam podcast Hendri Satrio Official, Kamis (13/8/2026).
Connie menggambarkan bahwa secara de facto peta politik nasional saat ini hanya terbagi menjadi dua kubu besar.
“Menurut gua, Indonesia sekarang secara de facto cuma ada dua partai: PDIP dan bukan PDIP. PSI? Enggak lah,” ujarnya sambil tertawa.
Ketika ditanya mengenai arah politik yang sebaiknya diambil, Connie memberikan masukan tegas.
“Gua bilang, pilih saja yang sekarang tidak sedang berada di dalam pemerintahan. That’s the only option. Gua enggak mau mempersoalkan apakah itu namanya oposisi, penyeimbang, atau apa pun istilahnya,” katanya.
Ia mencontohkan kemandekan pembahasan RUU Perampasan Aset sebagai bukti ketidakmampuan pemerintahan saat ini merespons aspirasi rakyat.
“Kalau kita merasa gabungan pemerintahan saat ini tidak menghasilkan apa-apa—contohnya soal RUU Perampasan Aset—kenapa seolah-olah menyalahkan DPR yang lama? Bukan cuma yang lama, tetapi memang tidak bisa memutuskan apa yang dimaui rakyat. Coba pikirkan bagaimana komposisi DPR-nya sekarang,” tegas Connie.
Ziarah ke Majapahit, Khawatir “Runtuh Karena Konflik Internal”
Menyoroti kondisi bangsa yang menurutnya memprihatinkan, Connie mengaku sempat berziarah ke jejak Kerajaan Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur, mulai dari Trowulan hingga Jolotundo.
“Saking sedihnya melihat Indonesia, gua pernah bilang sama sahabat gua, ‘Yuk, kita ke Kerajaan Majapahit. Kita lihat kenapa Majapahit itu hancur.'”
“Gua ke beberapa candi dan tempat yang dianggap sakral, lalu berdoa di sana. Majapahit itu tidak kalah oleh Kubilai Khan atau serangan luar mana pun. Mereka runtuh karena konflik internal—di dalamnya berantem sendiri dan pemimpinnya lupa mengurus rakyat,” ungkapnya.
Di situs bersejarah itu, Connie memanjatkan doa reflektif untuk Indonesia di usia ke-81.
“Gua berdoa: ‘Hai para raja Majapahit dan seluruh leluhur yang mencintai Indonesia. Kalau memang Indonesia di usianya yang ke-81 ini mesti bubar karena aksi saling bunuh dan kerakusan, ya sudah sekarang saja, jangan lama-lama. Supaya kita bisa cepat recover.'”
“Jangan nunggu 300 tahun lagi, kasihan rakyatnya. Kerajaan sebesar Majapahit saja bisa ambruk, padahal usia Indonesia belum ada apa-apanya jika dibandingkan sejarah Majapahit,” lanjutnya.
Soroti Kerakusan dan Nasib Suku Bajo
Connie juga menyoroti dampak “kerakusan” masa kini terhadap masyarakat adat. Ia mencontohkan nasib Suku Bajo yang terdesak dari habitatnya.
Source link
