News

Guntur Romli: 70 Persen Bahan Industri RI Masih Impor, Dolar Naik Harga Barang Melonjak



PORTALUTAMA.NET – Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyoroti dampak kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap harga kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Melalui unggahannya di media sosial X pada Minggu (17/5/2026), Guntur menyebut penguatan dolar berdampak langsung terhadap biaya produksi industri dalam negeri karena masih bergantung pada bahan baku impor.

“Dolar naik, semua barang naik. Semua kena dampaknya orang desa, orangutan, orang se-Indonesia,” tulis Guntur Romli dalam unggahannya.

Ia menjelaskan sekitar 70 persen bahan industri di Indonesia masih berasal dari impor dan transaksi pembayarannya menggunakan dolar AS. Kondisi tersebut membuat biaya produksi meningkat ketika kurs dolar mengalami kenaikan.

“70 persen bahan industri di Indonesia masih impor. Dibayar pakai dolar. Kenaikan harga dolar bikin naik biaya produksi,” lanjutnya.

Menurutnya, kenaikan biaya produksi pada akhirnya dibebankan kepada konsumen melalui penyesuaian harga barang di pasaran. Ia mencontohkan berbagai kebutuhan sehari-hari yang disebut mulai mengalami kenaikan harga.

“Sabun mandi, sabun cuci, deterjen, shampo, snack-snack, uda pada naik, oli motor, suku cadang motor, biaya makan juga naik, beras, gula, minyak goreng dan lain-lain,” tulisnya.

Pernyataan tersebut memantik perhatian publik di tengah sorotan terhadap kondisi ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan kurs dolar memang kerap berdampak pada sektor industri nasional, terutama industri yang masih bergantung pada impor bahan baku dan komponen produksi.

Pengamat ekonomi menilai pelemahan rupiah dapat memicu inflasi karena biaya impor meningkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui kenaikan harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi.

Unggahan Guntur Romli pun ramai diperbincangkan warganet karena dianggap menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari biaya makan hingga kebutuhan rumah tangga.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *