Amien Rais Sebut Korupsi Plat Merah Jadi Penghalang Indonesia Jadi Negara Normal

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menguji komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.
Dikatakan Amien, setelah hampir dua tahun memimpin pemerintahan, masih tersedia waktu untuk merealisasikan agenda pemberantasan korupsi sebagaimana tertuang dalam visi pemerintahannya.
Ia juga mengaitkan harapan tersebut dengan penanganan perkara dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Ingatkan Sisa Masa Jabatan Prabowo
Amien mengingatkan bahwa Prabowo masih memiliki waktu untuk membuktikan komitmennya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Setelah 20 Oktober 2026, masih ada tiga tahun lagi waktu yang tersisa untuk mewujudkan cita-cita luhurnya memperbaiki Indonesia lewat Asta Citanya,” ujar Amien, dikutip fajar.co.id, Jumat (17/7/2026).
Amien kemudian menyinggung perkara yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Ia menyebut informasi mengenai temuan uang dan emas dalam kasus tersebut mengejutkan publik.
“Ketika terjadi bentrok saling sandra, ketika Jampidsus Febrie Adriansyah punya simpanan uang sampai bernilai Rp476 miliar dan emas batangan seberat 74 kilogram, itu benar-benar mengagetkan kita semua,” ucapnya.
Ia berpendapat bahwa jika temuan tersebut benar, nilainya kemungkinan hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar.
“Jumlah yang tergeledah itu, tidak tertutup kemungkinan, hanyalah fenomena gunung es,” imbuhnya.
Oknum di Tiga Lembaga Penegak Hukum
Lebih lanjut, Amien menyampaikan pandangannya mengenai kondisi lembaga penegak hukum.
Dikatakan Amien, terdapat oknum di sejumlah institusi yang diduga menyalahgunakan kewenangan.
“Jadi, konklusi saya sementara adalah ada sejumlah petinggi di Polri, Kejagung, dan termasuk TNI, oknum-oknum busuk, sebusuk-busuknya, tetapi terus bercokol di tiga lembaga penting itu,” terangnya.
Ia menilai oknum-oknum tersebut telah menjadi bagian dari persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan.
“Mereka telah melakukan misuse of power dan telah menjadi bagian dari the most corrupted parts of the government,” tutur Amien.
“Telah menjadi bagian yang paling korup dari pemerintahan, yang bukan saja menjadi batu sandungan, tetapi bukit atau gunung sandungan, yang memustahilkan Indonesia bisa menjadi negara normal,” tambahnya.
Amien juga menyinggung praktik korupsi yang menurutnya terjadi di berbagai lembaga negara.
“Negara yang tidak dikuasai oleh kaum koruptor kakap, atau kaum koruptor hiu, atau jenis korupsi paling dahsyat, yaitu korupsi plat merah, yang terjadi hampir di semua lembaga negara kita,” timpalnya.
Source link
