Rekonstruksi Pembunuhan Karyawan SPPG di Makassar, Polisi Ungkap Motif hingga Cara Pelaku Habisi Istri

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri di Jalan Mannuruki VI Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik memperagakan rangkaian peristiwa mulai dari awal pertengkaran hingga aksi penusukan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Rekonstruksi Digelar di Dalam Ruangan
Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latief, mengatakan rekonstruksi tidak dilaksanakan di lokasi kejadian, melainkan di dalam ruangan dengan pertimbangan keamanan.
“Tadi rekonstruksi kasus pembunuhan istri oleh suaminya, yang TKP-nya di Mannuruki VI Lorong 1,” ujar Latief saat ditemui di kantornya, Senin (13/7/2026).
Latief menjelaskan, pelaksanaan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) dikhawatirkan memicu gangguan karena tingginya perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut.
“Rekonstruksi tadi dilakukan di dalam ruangan, karena jika dilaksanakan langsung di TKP diperkirakan akan ada hambatan. Pertimbangan keamanan juga sangat rawan,” ucapnya.
Ada 16 Adegan, Belum Ditemukan Fakta Baru
Dalam proses rekonstruksi, penyidik memperagakan sebanyak 16 adegan.
Abdul Latief mengatakan seluruh rangkaian adegan masih sesuai dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
“Jumlah adegan 16 adegan. Fakta baru belum ada, tetap sesuai dengan keterangan awal,” tuturnya.
Ia juga memastikan tidak ada perubahan terhadap pasal yang disangkakan kepada pelaku.
“Perubahan pasal tidak ada,” tegasnya.
Motif Dipicu Masalah Ekonomi dan Tanda Merah di Leher Korban
Polisi mengungkapkan persoalan rumah tangga menjadi motif utama dalam perkara tersebut.
Selain masalah ekonomi, pelaku disebut tersulut emosi setelah melihat tanda merah di leher korban yang memicu kecurigaan.
“Motif persoalan rumah tangga, terutama ekonomi. Berlanjut pelaku menemukan tanda merah seperti bekas ciuman di leher korban. Di situlah awal pertengkaran hingga memuncak dan terjadi pembunuhan,” jelas Abdul Latief.
Saat ditanya apakah tanda merah tersebut berkaitan dengan dugaan perselingkuhan, ia menyebut hal itu masih sebatas dugaan.
“Dugaannya seperti itu (perselingkuhan), cuma ditemukan tanda merah di leher,” terangnya.
Korban Ditusuk dari Belakang Saat Bermain Ponsel
Berdasarkan hasil rekonstruksi, korban sedang duduk sambil memainkan telepon genggam ketika pelaku melakukan penyerangan.
Pelaku menusuk korban dari arah belakang menggunakan sebilah pisau.
“Sesuai rekon tadi, posisi korban dalam keadaan duduk main HP. Tiba-tiba korban langsung ditusuk di bagian leher dari arah belakang menggunakan pisau,” bebernya.
Source link
