News

Hasil FP1 Moto3 Jerman 2026: Alvaro Carpe Tercepat di Sachsenring, Veda Ega Pratama Masih Kesulitan dan Finis Kedua dari Belakang



PORTALUTAMA.NET — Sesi latihan bebas pertama (Free Practice 1/FP1) Moto3 Jerman 2026 menjadi awal yang belum sesuai harapan bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Tampil di Sirkuit Sachsenring, Jumat (10/7/2026), Veda masih kesulitan menemukan kecepatan terbaiknya dan harus mengakhiri sesi di posisi kedua dari belakang.

Sementara itu, pembalap KTM Ajo, Alvaro Carpe, tampil impresif dengan menjadi yang tercepat. Rider asal Spanyol tersebut mencatatkan waktu 1 menit 25,996 detik, sekaligus membuka akhir pekan Moto3 Jerman dengan performa yang meyakinkan.

Carpe mengungguli Valentin Perrone dari KTM Tech3 yang finis di posisi kedua, disusul pembalap Leopard Racing Guido Pini di peringkat ketiga. Rekan setim Pini, Adrian Fernandez, dan pebalap Jepang Ryusei Yamanaka melengkapi lima besar.

Juara Moto3 Republik Ceko dua pekan lalu, Hakim Danish, menempati posisi ketujuh setelah berada di belakang Scott Ogden. Sementara posisi delapan hingga sepuluh ditempati Adrian Cruces, Cormac Buchanan, dan Brian Uriarte. Salah satu kandidat kuat musim ini, Maximo Quilles, harus puas berada di urutan ke-11 dengan selisih sekitar setengah detik dari catatan terbaik Carpe.

Di sisi lain, Veda Ega Pratama belum mampu menunjukkan performa maksimal. Pembalap yang mengendarai motor Honda tersebut hanya mencatatkan waktu 1 menit 29,830 detik dan tertinggal 1,460 detik dari Alvaro Carpe.

Catatan tersebut menempatkan Veda di posisi ke-27 atau kedua dari belakang. Hanya pebalap pengganti, Eduardo Gutierrez, yang mencatatkan waktu lebih lambat pada sesi latihan perdana tersebut.

Meski hasil FP1 belum menggembirakan, peluang Veda untuk memperbaiki performa masih terbuka. Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit yang memiliki karakter teknis dengan dominasi tikungan kiri, sehingga banyak pembalap membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan setelan motor yang ideal.

Bagi Veda Ega Pratama, sesi latihan berikutnya akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kecepatan sekaligus memperbesar peluang lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Konsistensi dan kemampuan beradaptasi dengan karakter lintasan menjadi kunci agar pembalap Indonesia itu mampu tampil lebih kompetitif sepanjang akhir pekan Moto3 Jerman 2026.

(zak/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *