Wali Kota Makassar Instruksikan Camat Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Libatkan UMKM dan PKL

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar akan memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026 sebagai sarana mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh camat di 15 kecamatan untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL).
Munafri mengatakan, kegiatan nobar akan mulai dilaksanakan pada akhir pekan ini dan digelar setiap Sabtu serta Minggu. Jadwal tersebut dipilih agar tidak mengganggu pelayanan pemerintahan di kantor kecamatan maupun kelurahan.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Saya minta seluruh camat menyiapkan lokasi nobar di wilayahnya masing-masing,” ujar Munafri, Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mendorong pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan memfasilitasi penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah juga diminta melibatkan pelaku UMKM pada setiap penyelenggaraan nobar agar kegiatan olahraga berskala internasional mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“Pak Mendagri telah menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh kepala daerah memfasilitasi nobar Piala Dunia 2026. Arahan ini juga mengharuskan pelibatan UMKM lokal agar ekonomi daerah bergerak,” kata Munafri.
Ia menjelaskan, Pemkot Makassar akan menggandeng seluruh perangkat daerah dan pemerintah kecamatan untuk menyiapkan titik-titik nobar di ruang publik yang aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas pemerintahan.
Selain itu, organisasi perangkat daerah yang membidangi UMKM, koperasi, perdagangan, serta penataan pedagang kaki lima akan dilibatkan agar manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut dapat dirasakan lebih luas.
“Kami merancang titik-titik nobar di ruang publik tanpa mengganggu aktivitas kantor. Seluruh unsur akan dilibatkan, termasuk dinas yang membidangi UMKM dan PKL agar kegiatan ini benar-benar memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” ujarnya.
Munafri juga meminta setiap kecamatan mengundang para PKL untuk membuka lapak di sekitar lokasi nobar. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil, termasuk pedagang yang sebelumnya direlokasi dalam rangka penataan kawasan kota.
“Kita ingin para pedagang ikut merasakan manfaat dari ramainya masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan. Ini adalah bentuk pemberdayaan sekaligus dukungan kepada PKL agar usahanya semakin berkembang,” katanya.
Source link
