Pedas! Reza Sudrajat Sebut MBG Hanya Menguntungkan Pebisnis Dapur, Bukan Dunia Pendidikan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Guru honorer Reza Sudrajat kembali mengkritik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sosok guru yang selama ini dikenal konsisten menyuarakan penolakannya terhadap program tersebut menilai kebijakan MBG semakin menjauh dari tujuan pendidikan.
Blak-blakan, Reza bicara terkait kondisi guru yang masih menghadapi persoalan kesejahteraan dan beban kerja yang tinggi.
Di saat masalah tersebut belum terselesaikan, ia melihat muncul kebijakan yang justru menambah beban bagi lingkungan sekolah.
Kesejahteraan Guru Masih Jadi PR Besar
Reza menegaskan, pelaksanaan program MBG berpotensi membebani guru dan sekolah.
Menurutnya, tenaga pendidik harus tetap menjalankan berbagai kewajiban di tengah kondisi kesejahteraan yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di banyak daerah.
“Bener-bener serakah, ditengah kondisi upah guru yang rendah dan beban kerja yang berat,” ujar Reza dikutip fajar.co.id, Minggu (21/6/2026).
Ia juga menyentil aktivitas sekolah yang menurutnya berpotensi lebih banyak diarahkan untuk mendukung distribusi program dibanding aktivitas pembelajaran.
“Guru dipaksa masuk ke sekolah demi memperkaya bisnis para pengusaha dapur MBG. Belum lagi pelajar, datang ke sekolah cuma buat ngambil MBG,” sesalnya.
Pendidikan Jadi KorbanLebih lanjut, Reza mengaku prihatin karena pendidikan dinilainya menjadi pihak yang terdampak dalam pelaksanaan program tersebut.
Baginya, kepentingan bisnis sejumlah pihak tidak boleh mengorbankan proses pendidikan maupun kepentingan peserta didik.
“Ini penghinaan terhadap institusi pendidikan kita, para pengusaha dapur ini sedang menginjak injak pendidikan anak bangsa,” tukasnya.
Ia menganggap kondisi tersebut menjadi ironi ketika sekolah dan siswa justru harus menanggung konsekuensi dari kebijakan yang dijalankan.
“Atas nama bisnis, meskipun guru & pelajar jadi korban. Miris,” kesalnya.
Narasi Keberhasilan MBG Disoal
Selain mengkritik aspek pelaksanaan program, Reza juga menanggapi kemunculan spanduk yang memuat narasi dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto karena program MBG disebut telah menjangkau puluhan juta anak.
Kata dia, promosi semacam itu dilakukan terlalu dini mengingat masa pemerintahan masih berlangsung dan belum memasuki tahun politik berikutnya.
“Ini baru tahun 2026 loh, belum tahun 2029. Coba bayangin ditahun 2029 kaya gimana? Udah ngegas aja,” imbuhnya.
Lebih jauh, Reza mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan pemanfaatan program MBG untuk membangun citra politik tertentu di kalangan pelajar.
Source link
