BusinessNews

Diversifikasi Investasi Dinilai Cara untuk Antisipasi Pergerakan Pasar dan Kurs


Diversifikasi investasi menjadi salah satu instrumen untuk mengantisipasi pergerakan pasar, dan nilai tukar yang terpengaruh akibat dinamika global. Tidak hanya sekadar membagi dana ke berbagai aset, melalui diversifikasi global investor dapat mempertimbangkan sektor, negara, hingga mata uang yang hendak dipilih.

Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengatakan, perkembangan pasar pun menunjukkan kenaikan terhadap instrumen valuta asing (valas). Pada pertengahan 2026, dana kelolaan reksa dana lokal dalam dolar Amerika Serikat (AS) meningkat sebesar US$ 388 juta, atau naik 13% secara tahun berjalan (ytd).

Dari dalam negeri, kata Ni Made, Bank Indonesia mencatat posisi aset finansial luar negeri Indonesia sebesar US$ 571,5 miliar pada Kuartal II/2026. Jumlahnya meningkat 1,9% secara kuartalan dari US$ 560,7 miliar pada kuartal sebelumnya karena dorongan aset investasi lainnya, investasi langsung, dan investasi portofolio.

“Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai diversifikasi global semakin relevan,” kata Ni Made dalam keterangan resminya pada Jumat (25/9).

Relevansi diversifikasi global, kata Ni Made, semakin terasa ketika kebutuhan finansial seseorang mulai menyentuh lintas negara. Diversifikasi global, tidak lagi mengganti seluruh investasi domestik dengan aset asing, tetapi untuk melengkapi portofolio dengan eksposur yang lebih beragam, dan selaras dengan tujuan.

“Diversifikasi global tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai respons terhadap pergerakan rupiah atau upaya mencari keuntungan dari perubahan nilai tukar. Strategi ini perlu dipertimbangkan berdasarkan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing investor, agar keputusan investasi tidak hanya mengikuti dinamika pasar dan mengejar peluang,” ujarnya.

Kendati demikian, kata Ni Made, ada beberapa indikator yang harus diperhatikan dalam diversifikasi investasi global. Diversifikasi tidak berhenti pada jenis aset, tetapi juga perlu memahami peran mata uang dalam portofolio investasi.

Kemudian, lanjut Ni Made, diversifikasi global hanya sebagai pelengkap, bukan untuk menggantikan investasi domestik. Ketika ada peluang, ada pula risiko yang perlu dipahami dan salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah kebutuhan finansial.

Pada dasarnya, kata Ni Made, diversifikasi global bukan soal memilih antara investasi domestik atau luar negeri. fokusnya untuk menbangun portofolio yang lebih kuat, melalui kombinasi aset yang sesuai dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko investor.

”Ketika seseorang memiliki tujuan keuangan yang melibatkan valas atau eksposur terhadap pasar global, diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan secara terukur. Jadi, bukan sekadar mengikuti pergerakan kurs, melainkan memahami peran setiap aset dalam keseluruhan portofolio,” tuturnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *