Refleksi 28 Tahun Reformasi, ICMI Cirebon Launching Buku “Jalan Terjal Menuju Indonesia Adil dan Makmur”

Fajar.co.id, Jakarta — Di tengah narasi pertumbuhan ekonomi nasional yang terus dipromosikan stabil, sekelompok akademisi, tokoh nasional, dan aktivis justru mengingatkan adanya paradoks besar yang masih dihadapi Indonesia: ekonomi tumbuh, tetapi ketimpangan sosial tetap melebar.
Kegelisahan itu mengemuka dalam kegiatan “Refleksi 28 Tahun Reformasi Indonesia” yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Cirebon, Kamis (21/5/2026), di Convention Cyber lantai 8 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan launching buku Jalan Terjal Menuju Indonesia Adil dan Makmur: Mengapa Pertumbuhan Tak Kunjung Membawa Kemakmuran? itu dihadiri sekitar 140 peserta dari unsur akademisi, organisasi pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan Kota dan Kabupaten Cirebon.
Hadir dalam forum tersebut sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional Prof. Ganzar Razuni, SH., M.Si., Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar Prof. Dr. Henry Indraguna, S.H., M.H., Ketua Umum Garuda Asta Cita Nusantara Dr. Burhanuddin, SH., M.H., Ketua ICMI Orwil Jawa Barat Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc., Ketua ICMI Orda Kota Cirebon Prof. Dr. Cecep Sumarna, M.Ag., Ketua Kadin Kota Cirebon sekaligus mantan Wali Kota Cirebon ke-17 Eti Herawati, M.A.P., mantan Pj Wali Kota Cirebon Dr. Agus Mulyadi, serta Ketua Umum Ormas Nasional Benteng Persatuan Rakyat Mukhtar Tompo, S.Psi., M.AP., M.Sos.
Ketua pelaksana kegiatan, dr. Asad, Sp.THT-KL menegaskan bahwa Reformasi tidak boleh berhenti menjadi seremoni tahunan semata, tetapi harus menjadi ruang evaluasi kebangsaan secara jujur dan terbuka.
“Reformasi harus terus dikawal agar tetap berada pada cita-cita awalnya, yaitu menghadirkan keadilan sosial, pemerintahan yang bersih, dan kesejahteraan yang merata bagi rakyat,” ujar dr. Asad.
Ia menilai tantangan bangsa saat ini tidak cukup dijawab melalui pendekatan politik dan ekonomi semata, melainkan membutuhkan penguatan moralitas, etika kepemimpinan, serta budaya intelektual di tengah masyarakat.
Buku Jalan Terjal Menuju Indonesia Adil dan Makmur karya Prof. Dr. Adang Djumhur S. dan Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.E., S.H., M.M. menjadi sorotan utama dalam forum tersebut. Buku itu membedah berbagai paradoks pembangunan nasional yang dinilai menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi belum mampu menghadirkan kemakmuran secara merata.
Source link
