Syahganda Nainggolan: Pilpres 2024 Jubir Anies, Kini Gabung Pemerintahan Prabowo Jadi Kepala Bakom

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Syahganda Nainggolan kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, menggantikan Muhammad Qodari.
Pelantikan tersebut dilakukan di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (2/10/2026). Dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Di antara banyaknya sorotan dalam pelantikan itu, Nainggolan juga menyita perhatian. Pasalnya, dia merupakan Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Itu dikonfirmasi Wakil Menteri Haji sekaligus Jubir Prabowo saat Pilpres 2024, Dahnil Anzar Simanjuntak.
“Bang @syahganda aktivis, Jubir dan Timses Pasangan calon nomor 1 pada Pilpres yang lalu, lawan berdebat dan berdiskusi saya dibanyak forum debat ketika Pilpres yang lalu,” kata Dahnil dikutip Sabtu (3/10/2026).
Saat Pilpres, Dahnil mengatakan Syahganda kerap menyerang Prabowo.
“Menyerang Pak @prabowo pada kesempatan Pilpres yang lalu,” ucapnya.
Dahnil mengklaim Prabowo tak menyoal rekam jejak Syahganda.
“Namun no hard feeling, Pak Prabowo dengan ringan merangkul, saya bahkan diluar bersahabat baik dengan beliau sebagai senior aktivis,” ujarnya.
“Naik Turun politik kebangsaan hal biasa bila tidak diisi dengan kebencian dan dendam. Selamat bertugas Bang Ganda,” sambungnya.
Profil Syahganda
Syahganda Nainggolan pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat menjadi mahasiswa Jurusan Geodesi ITB pada 1980-an, Syahganda aktif dalam berbagai forum diskusi mahasiswa.
Salah satunya forum diskusi Mahasiswa Student Center (MSC) ITB.
Di forum tersebut, Syahganda dikenal kritis terhadap kebijakan rezim Orde Baru.
Dia bersama sejumlah seniornya, termasuk Pramono Anung dan Fadjroel Rachman, aktif menyuarakan kritik.
Sikap kritis itu kemudian membawa konsekuensi bagi Syahganda. Dia sempat mendekam di penjara selama 10 bulan dan dikeluarkan dari ITB.
Namun, Syahganda tidak berhenti menempuh pendidikan. Putra daerah Kota Medan itu kemudian melanjutkan kuliah hingga meraih gelar sarjana di sebuah kampus swasta.
Syahganda kembali ke ITB untuk menempuh pendidikan magister. Dia mengambil Program Studi Pembangunan dan menyelesaikan studinya pada 2005.
Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut di FISIP Universitas Indonesia. Syahganda meraih gelar doktor setelah menyelesaikan disertasi berjudul “Analisa Pengaruh Jaminan Upah Layak, Jaminan Sosial, dan Solidaritas Sosial terhadap Kesejahteraan Buruh”.
Disertasi tersebut diuji dalam sidang terbuka pada 17 Januari 2015. Sidang itu dipimpin Dekan FISIP UI saat itu, Dr. Arie Setiabudi Soesilo.
Source link
