News

Andi Arief soal Demonstrasi 27 Agustus: Tak Mungkin Rame-rame Naik Bus dari Luar Daerah Lalu Buat Kerusuhan



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Politisi Demokrat Andi Arief menyebut demonstrasi 27 Agustus 2026 yang diinsiasi Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sebagai aksi biasa.

“Rencana Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) itu aksi biasa,” kata Andi Arief dikutip dari unggahannya di X, Rabu (26/8/2026).

Dia menghubungkannya dengan sejumlah aksi serupa. Menurutnya, membolisasi massa dari luar daerah ke Jakarta bukan pertama kalinya.

“Mobilisasi dari luar Jakarta pernah terjadi saat aksi mendesak UU Desa (tidak terlalu besar tapi rutin) dan aksi 212 (besar tetapi makin lama makin menurun),” ujar Andi Arief.

Semua aksi tersebut, dianggapnya punya kesamaan.

“Sama-sama mengandalkan bus dan transportasi lain,” terangnya.

Aksi yang memobilisasi massa dari daerah, menurutnya tak mungkin dirancang untuk rusuh.

“Aksinya berlangsung damai, tidak mungkin rame-rame naik bus dari luar daerah lalu buat kerusuhan,” pungkasnya.

Diinisiasi AMPB

Aksi demonstrasi 27 Agustus diinisiasi warga Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Koordinator AMPB Teguh Istianto mengatakan massa akan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI dengan membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Warga Pati dijadwalkan mulai berdatangan ke Jakarta pada 26 Agustus 2026. Sebagian massa bahkan telah tiba lebih dahulu dan sementara beristirahat di sejumlah rumah aman.

Persiapan aksi AMPB sempat terganggu setelah rekening donasi atas nama Supriyono alias Botok dilaporkan tidak dapat digunakan. Rekening tersebut disebut menampung dana sekitar Rp80 juta yang dikumpulkan dari masyarakat untuk kebutuhan aksi.

Teguh mempertanyakan alasan pemblokiran rekening tersebut karena dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung kebutuhan massa selama berada di Jakarta.

“Ini kami itu salah apa? Umumkan dong kesalahan kami. Jangan asal blokir milik orang,” kata Teguh saat dihubungi, Minggu (23/8/2026).

Menurut Teguh, pemblokiran tersebut membuat AMPB kesulitan menggunakan dana yang sebelumnya telah dikumpulkan untuk persiapan aksi.

Ia mengaku memperoleh informasi dari media sosial mengenai adanya pihak tertentu yang meminta rekening tersebut diblokir. Namun, Teguh mengatakan belum mengetahui secara pasti alasan tindakan tersebut.

Sembari menunggu kejelasan, AMPB telah membagikan informasi mengenai rekening lain yang dapat digunakan masyarakat untuk memberikan donasi.

Meski menghadapi persoalan tersebut, Teguh memastikan aksi AMPB pada 27 Agustus tetap berjalan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *