Pertandingan Aljazair vs Austria Mengingatkan Sepak Bola Gajah Indonesia vs Thailand di Piala Tiger 1998

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pertandingan antara Aljazair vs Austria pada Minggu (28/6/2026) hingga kini masih jadi perhatian pecinta sepak bola Indonesia.
Salah satu yang membahasnya adalah pegiat media sosial Hasyim Muhammad (@hasyimmah) di X.
“Wajarlah kalau Iran merasa semua bersekongkol menyingkirkan mereka. Pertandingan Aljazair dan Austria benar-benar membosankan. Keduanya merasa aman dengan hasil imbang,” tulis Hasyim Muhammad.
Bermain seperti ini, kata dia, jelas nggak fairplay. Hampir saja Austria gigit jari karena Aljazair bikin gol di injury time. Tapi kemudian, Aljazair “balas jasa” dengan melonggarkan pertahanannya.
“Kasihan Iran karena tersingkir dengan cara ini. Dan sebelumnya juga kontroversi gol mereka yang dianulir karena offside seujung sepatu. Lihat baik-baik permainan Aljazair dan Austria ini…” sambung Hasyim sembari membagikan video potongan pertandingan tersebut.
Tampak dalam video itu bola terlihat berputar-putar tanpa pengejaran layaknya dua tim yang sedang bertanding. Banyak yang mengakui janggalnya pertandingan tersebut.
Bahkan, sejumlah warganet kembali mengingat terkait kasus yang hampir mirip pernah terjadi saat Timnas Indonesia bertemu Thailand pada 1998.
Diketahui, duel Timnas Indonesia kontra Thailand pernah memunculkan cerita kelam. Kedua negara pernah terlibat skandal sepak bola gajah di Piala Tiger 1998 (nama lama Piala AFF). Kasus sepak bola gajah benar-benar merusak reputasi Tim Merah-Putih saat itu.
Bila dibandingkan dengan kasus Aljazair vs Austria, insiden sepak bola gajah yang terjadi pada babak penyisihan Piala Tiger kala itu, lebih menyita perhatian.
Sikap tidak sportif yang diperlihatkan Tim Garuda tidak hanya menyentak publik dalam negeri karena kejadian ini juga jadi perhatian di pentas internasional.
Kejadian bermula ketika Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, Myanmar, dan Filipina. Ketika itu Thailand dan Indonesia mendominasi penyisihan grup.
Indonesia mengawali pertandingan pertama Grup A dengan baik. Filipina ditundukkan 3-0. Di laga kedua, giliran Myanmar yang dihajar 6-2 oleh Bima Sakti dkk. Sementara Thailand, imbang 1-1 dengan Myanmar dan menang 3-1 atas Filipina.
Alhasil, Timnas Indonesia yang kala itu dilatih Rusdy Bahalwan (almarhum) dan Thailand memastikan diri tampil di semifinal. Penentuan juara dan runner-up grup ditentukan pada duel terakhir (laga ketiga), yang mempertemukan keduanya.
Tidak diduga, pertandingan yang diprediksi berjalan panas karena dua tim terbaik di Grup A berhadapan, justru memunculkan keanehan sejak awal pertandingan. Kedua tim bermain dalam tempo lambat dan tampak tidak bergairah untuk memenangi pertandingan.
Source link
