Ade Armando Ungkap Riwayat Pendidikan hingga Status Penyetaraan SMA Wapres Gibran

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik sekaligus akademisi Ade Armando menyoroti sayembara yang digagas pakar hukum tata negara Denny Indrayana terkait keberadaan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ade menyebut Denny sempat menawarkan hadiah Rp1 miliar bagi pihak yang dapat menunjukkan ijazah SMA Gibran.
Namun, nominal tersebut kemudian disebut diturunkan menjadi Rp100 juta setelah mendapat tanggapan dari istrinya yang menilai angka awal terlalu besar.
Di tengah polemik tersebut, Ade menilai masih banyak pihak yang keliru memahami latar belakang pendidikan Gibran, khususnya terkait anggapan bahwa Gibran tidak memiliki pendidikan setara SMA di Indonesia.
Menurut mantan Politisi PSI itu, Gibran memang tidak menempuh pendidikan SMA di Indonesia. Namun, hal itu tidak berarti putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut tidak pernah menjalani pendidikan menengah.
Gibran disebut menempuh pendidikan menengah di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada 2002 hingga 2004.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di UTS Insearch, Sydney, Australia, pada 2004 hingga 2007.
Pendidikan Gibran kemudian berlanjut di Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang bekerja sama dengan University of Bradford pada 2007 hingga 2010.
Ade menilai persoalan yang kemudian muncul adalah apakah riwayat pendidikan Gibran di luar negeri tersebut dapat dianggap setara dengan pendidikan SMA di Indonesia.
Ia menyatakan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan surat keterangan penyetaraan terhadap pendidikan yang ditempuh Gibran di luar negeri.
Dengan adanya dokumen penyetaraan tersebut, Ade berpendapat status pendidikan menengah Gibran secara administratif telah memiliki dasar hukum.
“Jadi secara hukum, sebenarnya sudah tidak ada lagi keraguan soal jenjang pendidikan menengah yang pernah ditempuh Gibran,” ujar Ade melalui video yang diunggah di akun X pribadinya, Selasa (18/8/2026).
Meski demikian, polemik mengenai ijazah SMA Gibran hingga kini kembali mencuat ke ruang publik. Salah satunya melalui sayembara yang ditawarkan Denny Indrayana.
Ade pun mempertanyakan alasan isu tersebut terus diangkat, meskipun riwayat pendidikan Gibran dan status penyetaraannya telah pernah dijelaskan.
Menurutnya, perbedaan antara tidak memiliki ijazah SMA yang diterbitkan sekolah di Indonesia dengan tidak pernah menempuh pendidikan setara SMA perlu dipahami secara jelas.
Dalam kasus Gibran, pendidikan menengahnya ditempuh di luar negeri dan kemudian mendapatkan pengakuan penyetaraan dari pemerintah Indonesia.
Source link
