Bandingkan Prabowo dengan Jokowi, Hendri Satrio: Kalau di Zaman Jokowi Ada MBG, Pasti Benar

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio, menyoroti perbedaan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan pendahulunya, Joko Widodo (Jokowi).
Hendri Satrio menilai, Prabowo cenderung melakukan hal-hal baru dan dia cenderung lebih makro, sementara Jokowi lebih senang dengan hal-hal mikro.
Perbedaan itu disebutnya menjadi pembeda dalam menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat. Sehingga menurut pandangan Hendri Satrio, Jokowi kerap turun ke lapangan dan menuntut tenggat waktu penyelesaian suatu masalah.
“Jadi kalau datang, berapa lama selesai? Sembilan hari? Oke. Hari ke-9 dia datang. Kalau Pak Prabowo, ini dia kurangnya yang gede-gede. Ya, mega. Nah, top down. Kemudian inginnya tepat terus, tapi apakah itu terlaksana dengan baik?” kata Hendri Satrio.
Dia lantas memberi contoh soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini banyak menuai sorotan masyarakat, baik karena praktik korupsinya maupun karena peristiwa keracunan massal yang kerap terjadi.
Menurut Hendri Satrio, jika program MBG tersebut ada pada zaman Jokowi, maka program tersebut dia bisa jamin akan berjalan dengan baik dan benar.
“Kalau di zaman Jokowi ada MBG, pasti benar. Kenapa? Karena si Pak Jokowi ini lincah dia. Dia pasti datangin tuh MBG satu-satu. Gimana hari ini enak masakannya? Sehingga si SPPG atau sekolah-sekolah itu takut. Jangan-jangan besok didatangi,” kata Hendri Satrio.
Sementara Prabowo kata Hendri Satrio, lebih cenderung menerima laporan dari anak buahnya. Hal itu kemudian membuat masalah MBG terus terjadi karena ada kemungkinan laporan yang diterima adalah yang baik-baik saja.
“Saya mendapat laporan. Itu bedanya ya. Nah, itu bedanya sangat signifikan. Artinya, pada saat Gibran turun mengikuti apa yang biasa dilakukan ayahnya, di situlah sebetulnya momen rakyat bercerita kepada pemerintah,” kata Hendri Satrio.
Dia menjelaskan bahwa rakyat Indonesia pada dasarnya senang ketika presiden tubuhnya selalu bersama rakyat, dan itu yang dilakukan Jokowi saat menjadi presiden.
Karena kebiasaan Jokowi turun langsung mengecek masalah yang dihadapi masyarakat itulah, sehingga Hendri Satrio berani memastikan jika MBG ada di era Jokowi, maka kasus keracunan massal siswa tidak akan terjadi.
“Saya ingin ya. Ini kan saya yakin ditonton Pak Prabowo. Kalau Pak Prabowo tonton ini, turun. Muncul aja di sekolah-sekolah itu. Cobain. Kan yang panik paling dua orang, Sudaryono sama kepala sekolahnya kan,” kata Hendri Satrio.
Merespons pernyataan tersebut, kader PSI, Dedy Nur Palakka menilai bahwa jika para pembenci Jokowi sedikit saja terbuka soal mantan presiden, mungkin mereka tidak bakal sejengkel seperti sekarang ini.
Source link
