Heboh Kapolri Ungkap Inovasi Tepung untuk Padamkan Karhutla, Indra J Piliang Khawatir Buka Peluang Buang-buang Anggaran

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politikus Indonesia, Indra J Piliang angkat suara terkait pernyataan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut tepung singkong bisa memadamkan kebakaran.
Pernyataan kapolri soal inovasi bahan untuk pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis tepung berbahan dasar singkong itu disampaikan dalam rakor penanganan karhutla Sumatera di VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Senin (24/8/2026).
“Tiba-tiba kapolri menyampaikan cara yang ‘cerdas’ dalam memadamkan api: tepung. Tidak begitu jelas, apakah tepung terigu, tepung tapioka, atau tepung sagu,” kata Indra J Piliang dikutip Selasa (25/8/2026).
Dia menjelaskan, untuk kegiatan seminar atau simposium ilmiah di kalangan dunia akademik, penyampaian satu kesimpulan dari satu penarikan sampel, tidak bisa digeneralisasi. Sifatnya masih kasuistik. Uji laboratorium perlu dilakukan, bukan bersifat case study.
Indra J Piliang lantas khawatir instruksi Presiden untuk melakukan produksi besar-besaran justru bisa membuka peluang buang-buang anggaran baru.
“Atau memang itu tujuannya? Anggaran penanggulangan bencana, warga republik ini tahu, adalah bancakan yang sangat lezat, hampir bebas audit. Produk yang belum lewati beragam proses dan jenjang akademis – industri – publik saintis – majelis ilmu, secara hipotesis adalah produk coba-coba,” katanya.
Dia menilai, bagi jenderal militer dan jenderal polisi, bisa jadi apa yang dibincangkan itu sesuatu yang excited (sumringah). “Sekarang mari tanya kepada mahasiswa dan ilmuan ilmu biologi, ilmu mikrobiologi, ilmu kimia, teknik kimia, dan lain-lain, bisa jadi adalah menu berilmu gratis harian,” tambahnya.
Blak-blakan dia mempertanyakan dari mana singkong tersebut didapatkan untuk memproduksi tepung, sekiranya instruksi presiden tersebut dijalankan.
“Sekarang bayangkan jika perintah presiden dijalanlan? Dimana umbi-umbi singkong didapatkan? Singkong kini bukan lagi kelas makanan remah, tetapi menghuni restoran mewah di hotel atau cafe” sebutnya.
Belum lagi, jikapun ada ribuan hektare lahan yang sudah ditanami singkong siap panen, pertanyaan berikutnya apakah industri pengolahan sederhana saja menjafi tepung sudah terbentuk di clusyer itu?
“Sebagai seorang ahli alias magister di bidang ilmu semiotika, tentu banyak teks yang bisa saya urai dibalik ruang dan waktu yang ditera dalam ruang kata-kata yang dihadirkan para petinggi negeri. Sesuatu yang memperlihatkan betapa jauhnya mereka dengan majelis2 ilmu. Betapa kosongnya omongan mereka di tengah waktu yang sempit dalam menyelesaikan bergunung masalah di Indonesia.”
Source link
