News

Rocky Gerung hingga Qodari dan Anwar Usman Disatukan, Adi Prayitno: Prabowo Ingin Beri Pesan, Nggak Perlu Ribut



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik, Adi Prayitno, membaca strategi politik Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan sisa masa pemerintahannya.

Ia melihat, Prabowo tampak mengedepankan politik persatuan dengan merangkul berbagai tokoh yang sebelumnya kerap berseberangan.

Adi blak-blakan menyinggung bergabungnya Rocky Gerung dalam lingkungan kekuasaan sebagai salah satu fenomena yang menarik perhatian publik.

Pasalnya, Rocky selama ini dikenal vokal mengkritik pemerintah dan sejumlah tokoh politik.

Kehadiran Rocky di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menurut Adi, memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi sikap kritisnya setelah berada di dalam lingkaran kekuasaan.

Ia juga menyinggung keberadaan tokoh-tokoh seperti Qodari dan Anwar Usman dalam dinamika politik yang kini mempertemukan berbagai figur dengan rekam jejak dan pandangan berbeda.

“Prabowo itu ingin kasih pesan. Jadi berbangsa dan bernegara itu enggak perlu ribut-ribut. Kalau bisa duduk bersama ya duduk bersama,” ujar Adi, dikutip fajar.co.id, Minggu (11/10/2026).

“Kalau bisa saling rangkulan ya saling rangkulan,” lanjutnya.

Rocky Gerung yang Dulu Kerap Kritik Kekuasaan

Adi menilai, salah satu alasan Rocky menjadi perhatian publik adalah citranya selama ini sebagai sosok yang berseberangan dengan kekuasaan.

Rocky dikenal kerap melontarkan kritik keras terhadap pemerintah dan berbagai tokoh politik. Karena itu, posisinya di lingkungan Wantimpres dinilai menjadi ujian tersendiri bagi persepsi publik terhadap sikap politiknya.

“Selama ini kan Rocky menganggap kekuasaan itu busuk. Selama ini kan Rocky itu siapapun rezim dan pemerintahannya pasti dicaci maki dan menggunakan bahasa-bahasa yang kasar,” tukasnya.

Dituturkan Adi, perubahan posisi tersebut membuat publik mempertanyakan apakah Rocky akan tetap menyampaikan kritik seperti ketika dirinya berada di luar pemerintahan.

“Tapi in the end ketika menerima posisinya sebagai Wantimpres, dibully balik, wajar. Wajar karena omongannya itu tidak sedahsyat apa yang dia lakukan hari ini,” ucapnya.

Adi juga mengingatkan bahwa posisi di lingkungan Wantimpres tidak serta-merta membuat seseorang memiliki kewenangan untuk menentukan arah kebijakan pemerintahan.

“Itu adalah pernyataan Rocky karena masih merasa dirinya itu bukan bawahan presiden. Itu adalah Rocky yang tidak sadar posisinya saat ini hanyalah sebatas pembantu presiden,” kata Adi.

Ia melanjutkan, seseorang yang berada di sekitar presiden tidak otomatis bisa berkomunikasi langsung atau memberikan masukan secara langsung kepada kepala negara setiap saat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *