Respons Pernyataan Syahganda, Geisz Khalifa: Anies Sejak Awal Ditawari Menlu tapi Menolak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Loyalis Anies Baswedan, Geisz Khalifa, angkat bicara merespons pernyataan Bakom Istana, Syahganda Nainggolan, terkait usulan posisi menteri untuk Anies Baswedan.
Geisz menegaskan bahwa fakta yang terjadi di lapangan berbeda dengan klaim yang disampaikan oleh Syahganda.
Sebelumnya, Syahganda Nainggolan menyatakan bahwa dirinya mendorong Anies Baswedan untuk bersedia mengisi posisi Menteri Pendidikan.
“Saya mendorong dia (Anies) untuk menjadi Menteri Pendidikan. Tidak usah malu-malu,” ujar Syahganda.
Menanggapi hal tersebut, Geisz Chalifah melalui unggahan di akun X (Twitter) miliknya, mengungkapkan fakta bahwa Anies Baswedan sebenarnya sejak awal pemerintahan Prabowo sudah dihubungi untuk posisi Menteri Luar Negeri (Menlu).
“Anies sejak awal sudah dihubungi untuk menjadi Menteri Luar Negeri. Gue justru mendorong dia untuk menolak,” tulis Geisz dalam cuitannya.
Geisz menegaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah berdasarkan fakta yang ia ketahui secara langsung. Ia juga menanggapi santai berbagai spekulasi dan komentar publik yang berkembang terkait hal tersebut.
“Gue cuma menjawab omongan Syahganda melalui fakta yg gue ketahui. Kalau kaum otak dikit lainnya mau ikut komentar: Emang siapa yg nawari dsbnya. Lu ngomong sesama kaum OD lu saja,” tambah Geisz, menyindir sejumlah politisi yang nyinyir terhadap Anies Baswedan.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, secara terbuka mendorong Anies Baswedan untuk masuk ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan.
Syahganda menilai rivalitas politik di masa Pilpres 2024 semestinya dilebur demi kepentingan bangsa yang lebih besar, ketimbang mempertahankan gengsi politik.
“Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok,” kata Syahganda dalam tayangan di kanal YouTube Total Politik, Minggu (11/10/2026).
Ia mengimbau mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut agar tak segan mengambil peran apabila pintu pengabdian dibuka oleh Istana, sembari mengingatkan rekam jejak historis dukungan Prabowo kepada Anies pada Pilkada DKI 2017 silam.
“Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga,” ujarnya.
Syahganda mencontohkan langkah kenegarawanan Prabowo Subianto yang rela bergabung menjadi Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo usai dua kali bertarung sengit di Pilpres 2014 dan 2019. Menurutnya, preseden rekonsiliasi tersebut patut dicontoh oleh Anies. (muhsin/fajar)
Source link
