News

PSI Bawa-bawa Nama Habibie, Tere Liye: Masalah Gibran Itu KKN 100 Persen, Bukan Sekadar Ijazah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penulis ternama Indonesia yang juga alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Tere Liye, kembali angkat suara soal polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui tulisannya di media sosial, Tere Liye, menilai para fans Gibran sangat aneh bahkan menyebutnya “dongok” karena menyamakan sosok Gibran dengan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.

Menurutnya, Habibie adalah contoh tokoh yang kualitasnya tidak perlu dipertanyakan meski tidak memperoleh beasiswa saat kuliah di Jerman.

“Tahukah kalian, Habibie tidak memperoleh beasiswa saat kuliah di Jerman. Padahal dia pintar sekali. Aneh, kan?” tulis Tere Liye, dikutip fajar.co.id, Minggu (11/10/2026).

Ia kemudian menceritakan kisah ibunda Habibie yang bersumpah akan menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin dengan keringat sendiri setelah ayah Habibie meninggal. Ibunda Habibie kemudian pindah ke Bandung dan mendirikan bisnis ekspedisi dengan kerja keras.

“Keluarga yang disiplin, berpendidikan, terhormat. Tidak heran anak-anaknya juga jadi begitu,” ujarnya.

Tere Liye menilai polemik yang menyeret Gibran saat ini bukanlah semata soal kepemilikan ijazah, melainkan soal kualitas dan kompetensi.

“Lantas, apakah Habibie betulan tidak punya ijazah? Dijelaskan panjang lebar, kamu juga tidak akan paham, dan tetap ngeles. Tapi inilah yang tidak kunjung dipahami fans Gibran,” katanya.

Ia menegaskan masyarakat tidak akan mempermasalahkan latar belakang pendidikan formal seseorang jika kualitas kerjanya terlihat.

“Rakyat itu tidak akan peduli Gibran itu punya ijazah SD atau tidak, sepanjang kualitasnya kelihatan. Kamu punya ijazah atau tidak, sepanjang bisa kerja, kamu baik-baik saja,” ucap Tere Liye.

Namun, menurutnya, persoalan Gibran lebih pada proses politik yang mengantarkannya ke kursi Wakil Presiden.

“Tapi Gibran, sudahlah ambyar, dia KKN 100 persen, nepotisme. Membengkokkan peraturan lewat Paman Usman, membuat birokrat tunggang langgang bikin suket kurang dari 24 jam, dan semua KKN lainnya,” tulisnya.

Tere Liye menilai isu ijazah hanyalah puncak dari kekecewaan publik terhadap kapasitas Gibran.

“Ini tuh TIDAK pernah soal ijazah. Tidak pernah soal pathways. Ini tuh soal idola kalian yang planga-plongo, nggak jelas apa kerja, apa kompetensinya,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan prestasi Gibran sebelum terjun ke politik. Menurut Tere Liye, tanpa faktor ayahnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Gibran tidak akan dikenal seperti sekarang.

“Apa sih kehebatan Gibran ini hingga kalian begini banget? Apa sih karya-karya Gibran? Apa prestasi Gibran? Jika bapaknya bukan Jokowi, anak ini bahkan nggak jelas apa kerjanya hari ini,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *