News

Ferdinand Bongkar Kisah ‘Raja Palsu’, Bertemu Penguasa Nusantara hingga Tagih Janji Jelang Putusan MK



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politikus Ferdinand Hutahaean melontarkan sindiran menohok kepada Presiden ke-7 Jokowi menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara yang menyangkut syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.

Ferdinand mengemas sindirannya dalam sebuah kisah tentang sosok yang dia sebut sebagai ‘raja palsu dari Oslo (Solo)’.

Ferdinand menggambarkan sosok ‘raja palsu’ tersebut tengah gelisah memikirkan nasib putra mahkota yang disebutnya kini menjadi wakil di Nusantara.

Pertemuan dengan Penguasa Nusantara

Diceritakan Ferdinand, kegelisahan itu semakin terlihat setelah ia mengamati sejumlah momen yang melibatkan Jokowi, Gibran dan Prabowo.

Ia menyebut Jokowi berupaya bertemu dengan Prabowo menjelang MK membacakan putusannya.

“Ini adalah kisah tentang raja palsu dari Oslo (Solo). Dua hari menjelang mahkamah membacakan putusannya, raja palsu Oslo ini telah sangat gelisah di Jakarta dan berkali-kali mengajukan diri untuk bisa bertemu dengan penguasa Nusantara,” ujar Ferdinand, dikutip fajar.co.id, Rabu (7/10/2026).

“Karena sang raja palsu Oslo ini sangat khawatir tentang nasib putra mahkotanya yang saat ini menjadi wakil di Nusantara,” tambahnya.

Tidak berhenti di situ, Ferdinand juga menyinggung sebuah acara di kawasan timur Jakarta. Dia menilai terdapat momen ketika Gibran terlihat diabaikan oleh Prabowo.

“Sang raja palsu tampak gelisah sekali ketika di sebuah acara di kawasan timur Jakarta, putra mahkota tampak diabaikan oleh penguasa Nusantara dan dicueki betul-betul,” tukasnya.

Ungkit Momen Jokowi dan Prabowo

Ferdinand juga membawa-bawa momen perayaan hari ulang tahun TNI ke-81. Menurut dia, Jokowi beberapa kali terlihat berada di belakang Prabowo.

“Dan sialnya lagi sang raja palsu Oslo, ketika perayaan hari ulang tahun para kesatria penjaga Nusantara, sang raja palsu Oslo terlihat berkali-kali dipunggungi di belakang oleh penguasa Nusantara dan sibuk berbincang dengan koleganya dari negeri angin biru,” katanya.

Kata Ferdinand, situasi tersebut kemudian membuat kegelisahan sosok yang dia sebut ‘raja palsu Oslo’ semakin memuncak.

“Di sinilah kegelisahan itu semakin memuncak dan akhirnya penguasa Nusantara memberikan waktu kepada raja palsu Oslo untuk bertemu,” imbuhnya.

Ferdinand menyebut dalam pertemuan tersebut, sosok ‘raja palsu’ menyampaikan kegelisahannya sekaligus berupaya menagih janji dan komitmen yang pernah dibuat.

“Sang penguasa Nusantara dengan tenang dan berani, elegan menjawab semua kegelisahan sang raja palsu. Sang raja palsu tidak sadar kalau dirinya sedang mendapat hembusan angin segar dari Bukit Hambalang yang kemudian nanti angin segar itu berubah menjadi badai yang akan menenggelamkan perahu sang raja palsu Oslo,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *