News

Pengamat: Mundurnya Appi dari Golkar Menunjukkan Ketidakselarasan Aspirasi Personal dengan Struktur Internal Partai



PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Pengamat Politik Endang Sari menyebut mundurnya Munafri Arifuddin alias Appi dari Partai Golkar bisa dilihat sebagai sirkulasi elit.

Appi diketahui mundur dari Golkar pada Senin (5/10/2026). Belakangan, wali kota Makassar itu kuat diisukan bergabung dengan Partai Demokrat.

“Mundurnya Appi dari Golkar dan sinyal kuat bergabung ke Demokrat bisa membenarkan apa yang Vilfredo Pareto sampaikan dengan teori sirkulasi elitnya,” kata Endang kepada fajar.co.id, Selasa (6/10/2026).

Dosen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin itu menjelasakan, teori sirkulasi elit menekankan, dalam politik perputaran elit ialah keniscayaan. Sehingga mundurnya dari Golkar dan diisukan bakal berlabuh ke partai lain sebagai sesuatu yang tak mengherankan. 

“Individu yang memiliki modal sosial, ekonomi, dan simbolik akan terus mencari ruang baru untuk mempertahankan atau memperluas pengaruhnya, terutama ketika kanal lama dianggap tidak lagi efektif,” jelas Endang.

Lebih jauh, dalam kasus Appi, Endang melihat adanya ketidaksesuaian antara Appi dengan internal Golkar.

“Pengunduran diri dari Golkar menunjukkan adanya ketidakselarasan antara aspirasi personal dengan struktur internal partai,” terangnya.

Soal Appi yang dihubungkan dengan Demokrat, menurutnya bukan hanya karena ajakan dari elit Demokrat, Andi Alfian Mallarangeng.

“Tapi juga karena Demokrat sedang berupaya memperkuat basis elite lokal menjelang kontestasi elektoral berikutnya,” imbuhnya.

Appi, kata dia, punya modal simbolik, sosial, dan ekonomi. Dia berpeluang menduduki posisi strategis jika bergabung dengan Demokrat.

“Jika Appi benar-benar bergabung dan bahkan mendapat posisi strategis seperti Ketua Demokrat Sulsel, itu mencerminkan mekanisme sirkulasi elite, partai membuka pintu bagi figur dengan popularitas dan jaringan,” Paparnya.

“Sementara elite tersebut memperoleh kendaraan politik baru untuk melanjutkan ambisi elektoral,” sambung Endang.

Di sisi lain, mundurnya Appi bisa dibaca sebagai fenomena yang menunjukkan partai politik di Indonesia masih sangat bergantung pada figur dan patronase. Bukan pada konsistensi ideologi.

“Pergeseran elite seperti Appi menegaskan bahwa politik lokal adalah arena di mana partai berfungsi sebagai “kendaraan” yang fleksibel, dan sirkulasi elite menjadi strategi utama untuk menjaga relevansi serta daya saing dalam kompetisi politik tapi hal ini menjadi titik lemah pelembagaan partai politik,” jelas Endang.

Appi Mundur dari Golkar

Surat pengunduran diri diri Ketua DPD II Golkar Makassar tersebut diantarkan langsung olehnya, Senin (5/10/2026) pagi. Appi datang menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin di kediamannya, Jalan Batu Putih, Kota Makassar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *