Dokter Tifa Soroti Pergantian Kapolri hingga Dirreskrimum Polda Metro Jaya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Terdakwa dalam perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, menyoroti rangkaian pergantian pejabat Polri yang terjadi pada awal Oktober 2026.
Sorotan Tifa muncul setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, yang kemudian diikuti mutasi sejumlah pejabat strategis di lingkungan Polri.
Tifa mengaitkan pergantian tersebut dengan penanganan laporan Jokowi terhadap dirinya dalam perkara tudingan ijazah palsu.
“KAPOLRI GANTI, KAPOLDA METRO JAYA GANTI, DIRESKRIMUM GANTI. Semua yang mengawal Laporan Polisi Jokowi kepada saya, karena saya membongkar ijazahnya,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (5/10).
Tifa kemudian menyinggung pergantian pejabat yang menurutnya terlibat dalam proses hukum yang telah dijalaninya.
“Yang periksa saya mulai jadi Saksi, Terlapor, Tersangka, sampai jadi Terdakwa, Ganti semua. Mantap jiwa,” tandasnya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan interpretasi Tifa terhadap rangkaian mutasi Polri. Tidak ada keterangan resmi dalam sumber Polri yang menyatakan bahwa pergantian pejabat tersebut dilakukan karena perkara yang melibatkan Tifa.
Suyudi Resmi Jadi Kapolri
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026.
Sehari setelah dilantik, Suyudi melakukan perubahan sejumlah jabatan strategis di tubuh Polri melalui mutasi dan rotasi.
Polri menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
88 Perwira Dimutasi
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri mengalami mutasi.
Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Mutasi juga mencakup 14 jabatan utama di Mabes Polri dan 19 posisi Kapolda.
Pergantian tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kepolisian daerah.
Kapolda dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya Berganti
Di Polda Metro Jaya, salah satu perubahan terjadi pada posisi Kapolda.
Komjen Pol. Asep Edi Suheri dimutasi menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Posisi Kapolda Metro Jaya kemudian dipercayakan kepada Irjen Pol. Dadang Hartanto.
Pergantian juga terjadi pada sejumlah jabatan utama di Polda Metro Jaya, termasuk jajaran direktorat reserse.
Rangkaian mutasi tersebut merupakan bagian dari telegram yang sama yang mengatur pergeseran 88 perwira Polri.
Polri: Mutasi untuk Kebutuhan Organisasi
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
Source link
