News

Hendri Satrio Ungkap Tantangan KDM di Gerindra, Soroti Relasi dengan Lingkaran Prabowo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Nama Dedi Mulyadi atau KDM mulai dibicarakan dalam konteks dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Namun, pengamat politik Hendri Satrio menilai pembicaraan mengenai posisi KDM tidak hanya berkaitan dengan tingginya elektabilitas, tetapi juga kemampuan membangun kekuatan politik di dalam partai dan di tingkat akar rumput.

Hendri menyampaikan analisis tersebut saat berbincang dengan Helmy Yahya dalam siniar Helmy Yahya Bicara yang tayang Jumat (2/10/2026). Menurutnya, KDM masih menghadapi sejumlah pertimbangan jika namanya dikaitkan dengan bursa calon pendamping Prabowo Subianto.

Ia menyoroti posisi KDM yang relatif baru di Partai Gerindra dibandingkan sejumlah figur yang telah lama berada di lingkaran politik Prabowo.

“Kalau Pak Prabowo maju, hitung-hitungan saya KDM itu mungkin sulit jadi wakil Pak Prabowo walaupun dia sama-sama Gerindra. Menteri-menteri atau lingkaran yang bekerja saat ini adalah orang-orang ideologisnya Pak Prabowo, seperti Teddy, Sugiono, dan Sudaryono,” ungkap Hendri.

Posisi KDM di Gerindra Jadi Salah Satu Perhatian

Dedi Mulyadi bergabung dengan Gerindra setelah sebelumnya berkiprah di Partai Golkar. Saat ini, ia menjabat Gubernur Jawa Barat untuk periode 2025-2030.

Menurut Hendri, latar belakang tersebut membuat posisi KDM berbeda dengan tokoh yang sejak lama tumbuh bersama Prabowo dan Gerindra.

Ia menyebut sejumlah figur di sekitar Prabowo seperti Teddy Indra Wijaya, Sugiono, dan Sudaryono sebagai orang-orang yang menurut analisisnya memiliki kedekatan ideologis dan politik dengan Prabowo.

Dalam konteks itu, elektabilitas KDM menjadi salah satu modal, tetapi menurut Hendri bukan satu-satunya unsur yang perlu diperhitungkan.

Basis Jawa Barat Jadi Modal KDM

Dalam diskusi tersebut, Helmy Yahya menyoroti basis dukungan KDM di Jawa Barat.

Basis tersebut menjadi relevan karena Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbesar. Hendri mengakui dukungan massa dapat menjadi modal politik, tetapi kekuatan elektoral tersebut perlu diterjemahkan menjadi daya tawar yang lebih luas.

Ia melihat keberadaan dukungan masyarakat dan posisi KDM di Gerindra sebagai dua hal yang perlu dibangun secara bersamaan.

Dengan kata lain, besarnya dukungan di daerah belum otomatis menjawab bagaimana seorang tokoh memperoleh posisi dalam kalkulasi internal partai.

Hendri Soroti Pentingnya Relawan

Selain hubungan dengan elite partai, Hendri menilai KDM masih memiliki ruang untuk membangun kekuatan dari akar rumput.

Ia menggunakan pengalaman Joko Widodo menjelang Pemilu 2014 sebagai pembanding. Menurut Hendri, relawan menjadi salah satu unsur yang memperkuat posisi tawar Jokowi ketika berhadapan dengan partai politik.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *