News

Adi Prayitno Sindir Rocky Gerung Gabung Wantimpres: Tak Perlu Kutip Istilah Filosofis Jika Ingin Nikmati Kekuasaan



PORTALUTAMA.NET – Pelantikan Rocky Gerung sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengundang perhatian pengamat politik Adi Prayitno.

Menurut Adi, bergabungnya Rocky yang selama ini dikenal sebagai kritikus tajam pemerintah menjadi gambaran bagaimana kekuasaan bekerja.

“Kekuasaan itu tak pernah bercerita. Tak perlu dimusuhi. Ia datang begitu saja. Tapi bisa ‘merusak iman politik’ semua orang,” kata Adi Prayitno, Sabtu (3/10/2026).

“Dan tak perlu mengutip istilah-istilah filosofis jika hanya sekedar ingin ikut nikmati kekuasaan. Fenomena akhir zaman memang begitu,” lanjutnya.

Rocky Gerung sendiri dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat (2/10/2026), bersama sejumlah tokoh lainnya sebagai Wantimpres.

Usai pelantikan, Rocky menegaskan sikapnya tidak berubah meski kini berada di dalam pemerintahan.

“Ya kan cuman pindah, saya cuman pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Udah,” kata Rocky.

Menurut Rocky, Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Ia mengaku mendapat pesan khusus dari Presiden Prabowo terkait hal tersebut.

“Pesan khusus diberikan oleh Bapak Presiden bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Apa itu kedudukan etis? Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi Presiden,” ujar Rocky.

Ia menjelaskan, Wantimpres berfungsi sebagai oversight committee yang mengawasi arah kebijakan agar sesuai janji kampanye Presiden, bukan mengurusi teknis harian yang menjadi ranah kementerian.

“Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang. Penetapannya ada pada Presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” jelasnya.

Rocky juga membedakan antara mengkritik dan bersikap kritis. Menurutnya, Wantimpres justru harus bersikap kritis terhadap kebijakan.

“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” tegasnya.

(Elva/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *