News

Gus Hilmi Sentil Viralnya Lomba Cerdas Cermat MPR: Semoga Ini Bukan Gambaran Rakyat dan Pejabat di Konoha



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Viral di media sosial video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang memperlihatkan polemik penilaian juri terhadap jawaban peserta.

Sentilan publik muncul setelah dua kelompok peserta memberikan jawaban yang sama, namun mendapatkan nilai berbeda dari dewan juri.

Peristiwa itu kemudian memancing komentar dari Cendekiawan Nahdlatul Ulama, Hilmi Firdausi atau Gus Hilmi Firdausi.

Gus Hilmi berharap kejadian tersebut bukan cerminan kondisi rakyat dan pejabat di Indonesia yang kerap diibaratkan sebagai “Konoha” di media sosial. “Semoga ini bukan gambaran rakyat dan pejabat di Konoha,” ujar Gus Hilmi dikutip fajar.co.id, Senin 11 Mei 2026.

“Di mana ketika rakyat minta haknya yang dirampas, sang pejabat malah denial dan tidak merasa bersalah,” tambahnya.

Ia juga menyinggung keberadaan buzzer dan pihak-pihak yang tetap membela keputusan yang dinilai merugikan. “Lalu sang pejabat juga dibantu oleh buzzer dan penjilat yang mendukung keputusannya yang jelas-jelas merugikan dan tidak adil,” tegasnya.

Jawaban Sama, Nilai Berbeda

Sebelumnya, video lomba yang disiarkan melalui kanal YouTube MPR RI ramai diperbincangkan publik. Dalam tayangan tersebut, pembawa acara memberikan pertanyaan rebutan kepada tiga grup peserta terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPR.

Grup C dari SMAN 1 Pontianak kemudian lebih dulu menekan bel dan diberi kesempatan menjawab.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” kata peserta dari Grup C.

Namun salah satu dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita memberikan nilai minus lima terhadap jawaban tersebut.

Grup Lain Jawab Sama, Dapat Nilai 10

Pertanyaan kemudian dilempar kembali dan dijawab Grup B dari SMAN 1 Sambas.

Menariknya, jawaban yang diberikan terdengar sama dengan jawaban Grup C.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” kata peserta dari Grup B.

Kali ini, Dyastasita justru memberikan nilai sempurna. “Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” kata Dyastasita.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *