News

Soroti Sikap Melempem Rocky Gerung ke Prabowo, Pandji Pragiwaksono Sebut Mirip ‘Jubir’



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sosok pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Selama ini, dia dikenal sebagai pengkritik tajam pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Hanya saja sikap politik Rocky kini disorot publik karena dinilai jauh lebih lunak terhadap Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, komika dan pengamat isu publik Pandji Pragiwaksono berseloroh menyentil Rocky yang terkesan bertransformasi layaknya “juru bicara” bagi Prabowo.

Sorotan ini mengemuka seiring pembahasan mengenai arah kritik Rocky Gerung dalam konstelasi politik terkini.

Dalam sebuah podcast yang diunggah ulang akun Youtube Gagal Sarjana, Pandji Pragiwaksono secara blak-blakan menilai adanya kontras tajam saat Rocky mengkritik kebijakan Presiden Jokowi dibanding sikapnya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

“Di episode itu gua baru tahu kalau Rocky Gerung ternyata jubir Prabowo. Pada saat itu, dia kan keras banget ke Jokowi, Gibran, ke Kaesang itu keras banget. Giliran ke Prabowo tuh enggak logis,” ujar Pandji, menggambarkan keheranannya atas perbedaan standar kritik yang diperlihatkan Rocky, dikutip fajar.co.id, Selasa (29/9/2026).

Janji ‘Kritik 12 Menit’ dan Realisasinya

Publik pun kembali mengungkit jejak digital Rocky Gerung di masa lalu. Sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden, Rocky kerap melontarkan janji politik yang cukup berani di berbagai forum diskusi. Saat itu, ia menegaskan tidak akan pandang bulu dalam mengawasi kekuasaan, siapa pun pemimpinnya.

“Saya mau kritik kekuasaan. Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik,” seru Rocky dalam rekaman jejak digital yang kembali beredar luas.

Namun, realita politik yang terjadi saat ini dinilai sebagian pengamat jauh berbeda dari narasi yang dibangun sebelumnya. Bukannya menyasar Prabowo secara langsung, narasi Rocky belakangan ini justru aktif memasang badan membela berbagai program unggulan pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Ketika program-program tersebut mendapat gelombang kritikan dari kalangan akademisi maupun oposisi, Rocky justru secara konsisten pasang badan. Ia menegaskan bahwa gagasan besar yang diusung Prabowo memiliki landasan filosofis dan konstitusional yang kuat. Menurutnya, bila ada persoalan teknis atau penyimpangan, yang perlu dibenahi adalah jajaran pelaksana atau menterinya, bukan sang presiden.

“Lu mau batalin MBG, mau batalin koperasi, enggak bisa, itu ada di konstitusi. Kalau koperasinya korupsi, koruptornya yang dihajar, bukan koperasinya. Kalau kuku bermasalah, kukunya yang dicabut, bukan jempolnya yang diamputasi,” tegas Rocky saat membela arah kebijakan sosialisme ala Prabowo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *